Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Darul Siska Minta Pengawasan Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak di Kalangan Generasi Muda
    DPR

    Darul Siska Minta Pengawasan Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak di Kalangan Generasi Muda

    redaksiBy redaksi13 September 202423 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi IX DPR RI Darul Siska menyoroti peningkatan kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) katastropik yang terus meningkat setiap tahunnya, khususnya yang berdampak serius terhadap anak-anak dan remaja. Ia menyebutkan bahwa konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (GGL) berlebih menjadi salah satu faktor utama yang mengarahkan generasi muda ke dalam risiko tinggi penyakit tersebut, sehingga hal ini sudah menjadi ancaman masyarakat.

    Ia juga menekankan konsumsi GGL perlu diwaspadai. Maka dari itu pentingnya edukasi sejak dini untuk mengatasi peningkatan kasus penyakit tidak menular (PTM) katastropik yang semakin marak, terutama yang disebabkan oleh konsumsi gula-gula (GGL) berlebih.

    “Karena GGL ini sudah sangat mengancam masyarakat kita. Obesitas, diabetes melitus gitu ya dan juga semua itu harus menjadi perhatian semua pihak mulai dari pendidikan anak dari TK, SD, SMP, SMA, karena mereka harus biasakan waspada terhadap lemak, gula dan garam yang kalau dibiarkan tidak terkontrol akan membawa penyakit PTM tapi sangat berbahaya,” ungkap Darul Siska kepada medpolindo.com  usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Panja pengawasan GGL Komisi IX DPR RI di Denpasar, Bali, Kamis (12/9/2024).

    Darul menyerukan agar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Kementerian Perindustrian memperketat pengawasan terhadap produk makanan, khususnya yang diproduksi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar kawasan pendidikan. Pembinaan dan pengawasan yang ketat akan membantu UMKM dalam memproduksi makanan yang lebih sehat dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

    “Badan POM mengawasi makanan yang beredar dan juga mengawasi kandungan makanan-makanan yang dijual oleh UMKM, nah perindustrian membina UMKM  juga sekaligus yang kita harapkan membina UMKM dalam memproduksi makanan yang sehat tentunya yang kadar gula, kadar garam, kadar lemaknya tidak melebihi ambang batas yang dibolehkan bagi seseorang untuk memakan,” pungkas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

    Ia juga menyatakan bahwa Dinas Kesehatan setempat perlu melakukan penyuluhan secara rutin kepada sekolah-sekolah untuk meningkatkan kesadaran pembatasan konsumsi GGL pada generasi muda.

    “Iya Dinas Kesehatan mengedukasi orang di sekolah. Di sekolah itu kan ada guru piket segala macam ya jadi masing-masing sekolah itu masih ada yang bertanggung jawab untuk mengontrol makanan di sekitar sekolah yang diperjualbelikan oleh pengusaha-pengusaha kita,” tuturnya.

    Baginya perlu kebijakan terpadu serta kolaborasi yang kuat antara pemerintah, industri, dan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan ini. “Kita minta ada kebijakan yang terpadu gitu, semuanya instansi yang terkait itu masing-masing jelas. Hal itu untuk membentuk kesadaran masyarakat dan dari kesadaran itu dia punya kemampuan untuk mengontrol dirinya sendiri agar dia tidak memakan makanan yang berbahaya dari segi gula, garam dan lemak,” ungkapnya.

    Darul Siska berharap bahwa langkah-langkah ini akan diterapkan segera dan memberikan dampak positif dalam upaya pencegahan PTM katastropik serta melindungi kesehatan masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi perhatian utama.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 2026

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 20260

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 20260

    PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun, Negara Diminta Sediakan Anggaran Pendidikannya

    4 Mei 20260

    Rumah Bilik Bambu di Tengah Kota, Sarifah Perjuangkan Bedah Rumah untuk Konstituen

    4 Mei 20260

    Waka DPR Apresiasi Sanimas, Bantu Akses Sanitasi Masyarakat

    4 Mei 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?