Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Forum Parlemen Indonesia – Afrika, Songsong Pembangunan Berkelanjutan
    DPR

    Forum Parlemen Indonesia – Afrika, Songsong Pembangunan Berkelanjutan

    redaksiBy redaksi31 Agustus 202413 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    nggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Dyah Roro Esti turut hadir dalam sidang bersama dengan para negara-negara di Benua Afrika. Tak hanya itu, ia juga akan memimpin jalannya salah satu sesi dalam forum antar parlemen yang pertama kali dilaksanakan antara Indonesia dengan negara-negara di Afrika sejak Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955, dan Konferensi Gerakan Non-Blok di tahun 1961.


    ”Iya betul, kami (BKSAP) akan mengadakan forum internasional bersama dengan negara-negara di Benua Afrika. Ini merupakan momen penting dalam dunia pasca-kolonial, dengan meletakkan dasar solidaritas dan kolaborasi bersama untuk memperkuat komitmen saling mendukung dalam pembangunan ekonomi, kemajuan sosial, dan juga stabilitas politik antar negara,” ujar Roro saat ditemui di Gedung Nusantara 1, DPR RI, Senayan, Jumat (30/8/2024).


    Diketahui, Anggota Komisi VII DPR RI itu juga akan akan memimpin pada sesi kedua forum dengan tema, ‘Membangun Masyarakat Tangguh Melalui Prakarsa Kesehatan dan Ketahanan Pangan’. Dalam forum tersebut akan membahas bagaimana parlemen mendorong kolaborasi dan memajukan upaya global di bidang kesehatan, pertanian, pendidikan, dan transformasi digital. Kemudian, penelitian agronomi berkelanjutan dan layanan penyuluhan, untuk memanfaatkan program pertukaran pakar pertanian antara Indonesia dan Afrika, guna memfasilitasi berbagi pengetahuan dan pembelajaran Selatan-Selatan. 


    “Saat ini, sudah lebih dari 120 negara berpartisipasi dalam KSS, sehingga kami akan terus berperan dalam berbagai strategi penting, tidak hanya dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan pada tahun 2030, namun juga dalam mengatasi tantangan bersama dan membuka potensi ekonomi,” ucapnya.


    Afrika saat ini memiliki pertumbuhan penduduk yang pesat yang diperkirakan mencapai 796 juta angkatan kerja pada tahun 2050. African Economic Outlook memproyeksikan bahwa 17 perekonomian di Afrika akan tumbuh lebih dari 5 persen pada tahun 2024, jauh melampaui rata-rata global. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengaruh ekonomi benua tersebut.


    “Sekarang KSS sudah muncul sebagai negara yang pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan yang kuat di negara-negara Selatan. Penting diketahui juga jika kerja sama ini sudah berkembang pesat selama beberapa dekade terakhir, dengan perdagangan Selatan-Selatan kini mencakup sekitar 28% perdagangan global, dengan nilai lebih dari 4,5 triliun USD di tahun 2020. Ini merupakan pertumbuhan yang cukup pesat dibandingkan sebelumnya,” jelasnya.


    Tak hanya sendiri, narasumber lain juga akan mengisi forum internasional tersebut, diantaranya, Tormarbulang Lumbantobing selaku Direktur Utama Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI), Kementerian Keuangan, Rina Setyawati selaku Direktur Kerja Sama Pembangunan Internasional, Kementerian Luar Negeri Indonesia, Webster Shamu selaku Anggota Parlemen Zimbabwe dan terakhir, Kweku George Ricketts-Hagan selaku Anggota parlemen Ghana.


    Sidang Indonesia dan negara-negara di Afrika akan berlangsung pada 31 Agustus sampai 2 September 2024 di Nusa Dua, Bali. Diketahui, sebanyak 21 parlemen  dari 22 negara terkonfirmasi akan hadir dalam forum tersebut. Tercatat sebanyak 9 Ketua parlemen turut hadir dalam memimpin para delegasinya masing-masing. 

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Bekasi Diminta Jadi Percontohan Nasional Penegakan HAM bagi Penyandang Disabilitas Mental

    11 September 2026

    Komisi XIII Soroti Kesiapan Imigrasi Tangani WNA Terdampak Force Majeure

    11 September 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Bekasi Diminta Jadi Percontohan Nasional Penegakan HAM bagi Penyandang Disabilitas Mental

    11 September 20260

    Komisi XIII Soroti Kesiapan Imigrasi Tangani WNA Terdampak Force Majeure

    11 September 20260

    Penundaan Keberangkatan Terindikasi TPPO Jangan Berhenti sebagai Tindakan Administratif

    11 September 20260

    LPS Harus Pulihkan Kepercayaan Masyarakat terhadap Asuransi

    11 September 20260

    Komisi II Dorong Penerapan Stelsel Aktif dan Interoperabilitas Data dalam RUU Adminduk

    10 September 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?