Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Bambang Hermanto Minta PT KFI Tunjukan Bukti Telah Berbenah Pasca Insiden Kebakaran
    DPR

    Bambang Hermanto Minta PT KFI Tunjukan Bukti Telah Berbenah Pasca Insiden Kebakaran

    redaksiBy redaksi10 Juli 202432 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

     Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Hermanto meminta PT Kalimantan Ferro Industry (KFI) menunjukkan bukti telah berbenah pasca terjadinya insiden kebakaran yang terjadi dua kali, yaitu pada Oktober 2023 dan Mei 2024 silam. Diketahui, sebelumnya, atas insiden kebakaran tersebut, Komisi VII telah melakukan Kunjungan Kerja Spesifik di akhir Mei 2024 ke PT KFI dan menemukan fakta bahwa masih kurang memadainya sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

    “Tapi paling tidak dari sisi K3 kalau saya lihat ini sama sekali tidak terpenuhi. Kita berkeliling di sana dari satu pabrik ke pabrik yang lain kondisi masih amburadul, tapi K3 ini saya pikir juga penting, misalnya tidak terpasangnya alat pemadam kebakaran, rambu-rambu, dan sebagainya,” ujar Bambang dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama PT Kalimantan Ferro Industry (KFI), di Ruang Rapat Komisi VII, Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (8/7/2024).

    Karena itu, ia ingin mendengarkan dan melihat secara langsung apa saja yang sudah dibenahi pasca kunjungan Komisi VII ke perusahaan smelter tersebut. “Oleh karena kalau kita tidak mematuhi unsur K3, tentu ini beresiko berakibat timbulnya salah satunya kebakaran. Kalau kita tertib terpasangnya alat-alat kebakaran, dan sebagainya, di tempat kerja kita, tentu hal-hal ini mungkin bisa kita hindari,” jelas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

    Diketahui, PT Kalimantan Ferro Nikel (KFI) mengalami dua insiden kebakaran yang terjadi di wilayah kerja mereka dalam kurun waktu 1 tahun ke belakang. Dua insiden kebakaran terjadi di sekitar smelter nikel PT KFI di Kalimantan Timur. Untuk kasus pertama diketahui terjadi pada Oktober 2023, sekitar sebulan setelah smelter tahap pertama diresmikan, dan yang terakhir terjadi pada Mei 2024.

    PT KFI merupakan perusahaan miliki konsorsium PT Nityasa Prima dan perusahaan asal China, San Tai Hoi Tong New Material Co, Ltd. 

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 2026

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 20260

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 20260

    PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun, Negara Diminta Sediakan Anggaran Pendidikannya

    4 Mei 20260

    Rumah Bilik Bambu di Tengah Kota, Sarifah Perjuangkan Bedah Rumah untuk Konstituen

    4 Mei 20260

    Waka DPR Apresiasi Sanimas, Bantu Akses Sanitasi Masyarakat

    4 Mei 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?