Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda ยป Harus Ada Keberanian Atasi Alih Fungsi Lahan Pertanian dan Tingkat Produksi Pangan
    DPR

    Harus Ada Keberanian Atasi Alih Fungsi Lahan Pertanian dan Tingkat Produksi Pangan

    redaksiBy redaksi1 Juli 202412 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menyatakan, harus ada keberanian dan ‘goodwill’ dalam mengatasi persoalan alih fungsi lahan pertanian dan tingkat produksi pangan. Pemerintah harus memiliki kebijakan yang jelas terkait kedua permasalahan tersebut guna melindungi kepentingan nasional.


    “Yang paling penting menurut saya adalah kita berani untuk memotong penugasan impor ini. Karena itu pengaruhnya bukan hanya kepada gairah petani dan juga kerugian daripada pengusaha penggilingan padi saja tetapi lebih jauh penting adalah soal kemandirian kita sebagai bangsa. Menurut saya, kebijakan pemerintah yang ada saat ini tidak jelas dan keluar dari fungsi utama yaitu melindungi seluruh tumpah darah Indonesia,” ujar Johan di Bantul, Yogyakarta, Senin (1/7 2024).


    Dikatakannya, dari beberapa diskusi yang dilakukan Komisi IV DPR bersama dengan mitra kerja komisi nampak bahwa permasalahan alih fungsi lahan itu menjadi salah satu soal dan pertambahan penduduk menjadi persoalan yang lainnya. 


    “Ada kondisi bahwa alih fungsi lahan meningkat, artinya lahan pertanian kita semakin menyempit dan disaat yang sama pertambahan penduduk juga mengalami peningkatan. Belum lagi persoalan impor yang kemudian dikeluhkan oleh Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesi. Ini patut menjadi perhatian kita. 


    Johan menegaskan, diskusi tentang peningkatan produksi  tidak boleh hanya bicara soal peningkatan indeks tanam saja, akan tetapi rentetannya kebawah sampai hilirnya juga harus menjadi perhatian. 


    “Komisi IV tidak boleh lelah terhadap hal ini, karena persoalan ini sudah menjadi konsen kita sejak awal. Kita harus lebih berani menekan Badan Pangan Nasional dan juga Bulog agar betul-betul menemukan satu solusi bagaimana kita menyelesaikan persoalan ini,” pungkasnya.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 2026

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 20260

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 20260

    PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun, Negara Diminta Sediakan Anggaran Pendidikannya

    4 Mei 20260

    Rumah Bilik Bambu di Tengah Kota, Sarifah Perjuangkan Bedah Rumah untuk Konstituen

    4 Mei 20260

    Waka DPR Apresiasi Sanimas, Bantu Akses Sanitasi Masyarakat

    4 Mei 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?