Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Sari Yuliati Apresiasi Peluncuran Motor Listrik Nasional: Wujud Nyata Visi Kemandirian Presiden
    DPR

    Sari Yuliati Apresiasi Peluncuran Motor Listrik Nasional: Wujud Nyata Visi Kemandirian Presiden

    redaksiBy redaksi13 Agustus 202603 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

     Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang secara resmi meluncurkan motor listrik nasional. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemandirian industri sekaligus mewujudkan visi Presiden Prabowo untuk membawa Indonesia menjadi negara yang kuat dan berdaulat secara ekonomi.

    “Peluncuran motor listrik nasional merupakan langkah yang sangat positif. Ini bukan hanya tentang menghadirkan kendaraan listrik, tetapi tentang bagaimana Indonesia membangun kemampuan industrinya sendiri, menguasai teknologi, menciptakan lapangan kerja, dan menghasilkan nilai tambah di dalam negeri,” ujar Sari Yuliati dalam keterangan tertulis kepada medpolindo.com, di Jakarta, Kamis (13/08/2026).

    Sari menilai konsep kemandirian menjadi salah satu fondasi penting dalam visi pembangunan Presiden Prabowo. Indonesia, menurutnya, harus mampu memanfaatkan kekayaan sumber daya alam dan kapasitas sumber daya manusia nasional untuk membangun industri yang memiliki daya saing tinggi.

    “Presiden Prabowo memiliki visi yang jelas bahwa Indonesia tidak boleh selamanya bergantung kepada negara lain. Kita harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. Motor listrik nasional dapat menjadi salah satu contoh konkret bagaimana sumber daya, teknologi, industri dan pasar nasional dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi Indonesia,” kata Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

    Ia juga menilai pengembangan kendaraan listrik memiliki nilai strategis karena berkaitan dengan masa depan energi dan transformasi industri. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya mineral yang dapat menjadi bagian penting dalam rantai industri kendaraan listrik, termasuk industri baterai.

    “Yang kita dorong bukan sekadar produksi kendaraan, tetapi pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional. Mulai dari riset, teknologi, komponen, baterai, manufaktur, hingga infrastruktur pendukungnya harus semakin kuat dan memberikan ruang besar bagi industri nasional,” jelas Pimpinan DPR RI Koordinator Ekonomi dan Keuangan ini.

    Menurut Sari, DPR RI akan terus memberikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang bertujuan memperkuat industri nasional, sekaligus memastikan kebijakan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Ia berharap motor listrik nasional dapat terus dikembangkan dengan memperhatikan kualitas, harga yang terjangkau, tingkat kandungan dalam negeri, inovasi teknologi serta keberlanjutan industri.

    “Jangan berhenti pada peluncuran. Ini harus menjadi awal dari perjalanan panjang menuju kemandirian industri otomotif dan energi. Pemerintah perlu menjaga konsistensi kebijakan agar industri nasional memiliki kepastian untuk tumbuh dan bersaing,” tegasnya.

    Sari menambahkan, keberhasilan program tersebut nantinya tidak hanya diukur dari jumlah kendaraan yang diproduksi, tetapi juga dari seberapa besar kemampuan Indonesia menguasai teknologi dan rantai produksinya.

    “Ini adalah momentum untuk membuktikan bahwa Indonesia bukan hanya pasar, tetapi juga produsen. Kita ingin Indonesia menjadi bangsa yang mampu memproduksi kebutuhan strategisnya sendiri, menciptakan lapangan kerja bagi rakyat, dan menjadi pemain penting dalam industri masa depan,” pungkas Sari Yuliati.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Waka DPR: Aspirasi Serikat Pekerja Dipertimbangkan dalam RUU Ketenagakerjaan

    13 Agustus 2026

    Tok! Komisi III DPR Setujui 14 Nama Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc di MA

    13 Agustus 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Waka DPR: Aspirasi Serikat Pekerja Dipertimbangkan dalam RUU Ketenagakerjaan

    13 Agustus 20261

    Tok! Komisi III DPR Setujui 14 Nama Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc di MA

    13 Agustus 20260

    Persiapan Sidang Tahunan Capai 90 Persen, Rekayasa Lalu Lintas Sesuaikan Kebutuhan Masyarakat

    12 Agustus 20260

    Seleksi Hakim Agung Kini Lebih Terbuka, Tekankan Miliki Hati Nurani dalam Bertugas

    12 Agustus 20260

    M. Husni Minta Skema Wakaf Masjid Istiqlal melalui Saham Dikaji Ketat

    12 Agustus 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?