Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Perkuat Pertahanan, Pembentukan Kodam Baru Berbatasan dengan Timor Leste Perlu Dipercepat
    DPR

    Perkuat Pertahanan, Pembentukan Kodam Baru Berbatasan dengan Timor Leste Perlu Dipercepat

    redaksiBy redaksi25 Juli 202603 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto bersama Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto saat melakukan Kunjungan Kerja di Bali, Jumat (24/7/2026)/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Komisi I DPR RI memberikan dukungan penuh terhadap penyusunan peta jalan (roadmap) dan percepatan pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) baru di Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Kodam XXVII/Sobe Sonbai. Langkah ini dinilai sangat strategis untuk memperkuat postur pertahanan negara di wilayah yang berbatasan darat langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).

    Hal tersebut dikemukakan saat Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI menggelar pertemuan dengan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto beserta jajaran di Makodam IX/Udayana, Denpasar, Bali, Jumat (24/7/2026). Ketua Tim Kunker Reses Komisi I DPR RI, Utut Adianto, menyampaikan bahwa peninjauan ini difokuskan pada evaluasi kesiapan pembentukan Kodam baru serta pemetaan ulang postur pertahanan kawasan perbatasan terdepan.

    “Komisi I mengecek persiapan pembentukan Kodam baru di NTT. Kedua, evaluasi konsep pertahanan karena kita berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste. Pemaparan dari jajaran TNI di bawah pimpinan Pak Piek Budyakto menunjukkan kesiapan dan kesungguhan yang sangat presisi,” ujar Utut saat ditemui Politikparlemen.co seusai rapat Kunjungan Kerja di Denpasar, Bali.

    Diketahui, nama “Sobe Sonbai” untuk Kodam bari di NTT tersebut diambil dari sosok Raja Timor sekaligus pahlawan legendaris masyarakat NTT sebagai bentuk penghormatan atas sejarah panjang perjuangan warga lokal dalam mempertahankan tanah air.

    Sebagai bagian dari penataan struktur teritorial, Kodam IX/Udayana juga menyiapkan reorientasi satuan. Salah satu rencananya adalah menggeser Markas Komando Resort Militer (Korem) dari Kupang ke wilayah strategis Nagekeo serta memperkuat pengawasan di kawasan Timor Tengah Utara (TTU).

    Panglima Kodam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, memaparkan bahwa progres kesiapan pembentukan Kodam XXVII/Sobe Sonbai terus berjalan signifikan. Pemenuhan kebutuhan personel maupun materiil pendukung saat ini telah mendekati angka 50 persen dari total kebutuhan ideal.

    “Kami sangat berterima kasih atas kunjungan tim reses Komisi I DPR RI. Sebagaimana kami paparkan, kesiapan Kodam XXVII/Sobe Sonbai ditujukan untuk menjaga garda terdepan di perbatasan RI-RDTL. Sejauh ini secara personel maupun materiil sudah mendekati 50 persen dari kebutuhan,” jelas Mayjen TNI Piek Budyakto.

    Pangdam menambahkan, jajarannya telah mengusulkan sejumlah poin krusial kepada Komisi I DPR RI, di antaranya dorongan percepatan regulasi pembentukan Kodam serta penguatan alokasi anggaran operasional dan perumahan prajurit.

    Menanggapi dukungan anggaran, Utut Adianto menegaskan bahwa komitmen Komisi I DPR RI merupakan bentuk keberpihakan parlemen terhadap penguatan benteng pertahanan nasional. DPR menyerahkan detail teknis dan pemetaan wilayah sepenuhnya kepada jajaran profesional TNI.

    “Paradigma baru di TNI bukan lagi sekadar minimum, melainkan optimum. Dengan postur yang optimum, penugasan teritorial dan program pendukung seperti ketahanan pangan dapat berjalan efektif, sehingga ekonomi masyarakat membaik dan NKRI semakin kokoh,” pungkas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut.

    Guna memaksimalkan pertahanan kawasan perbatasan, Mayjen TNI Piek Budyakto berharap Komisi I DPR RI dapat menyuarakan aspirasi ini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan). Harapannya, kementerian dan lembaga (K/L) terkait lainnya dapat bergerak bersama melakukan pembangunan infrastruktur dan ekonomi secara terpadu di wilayah perbatasan.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Tutup Celah Travel Bodong, DPR Pastikan UU PIHU Demi Lindungi Jemaah Umrah Mandiri

    28 Juli 2026

    RUU Perampasan Aset Masuk Pembahasan Batang Tubuh, Selaraskan Hukum Pidana Nasional

    28 Juli 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Tutup Celah Travel Bodong, DPR Pastikan UU PIHU Demi Lindungi Jemaah Umrah Mandiri

    28 Juli 20260

    RUU Perampasan Aset Masuk Pembahasan Batang Tubuh, Selaraskan Hukum Pidana Nasional

    28 Juli 20260

    Waka DPR Sari Yuliati Desak Sanksi Berat jika Guru ASN Tanjungbalai Terbukti Cabuli Anak

    28 Juli 20260

    Yan Permenas: WNA Pelaku Kejahatan Harus Diproses Pidana, Bukan Sekadar Deportasi

    27 Juli 20260

    Hormati Undur Diri Perry Warjiyo, Komisi XI Siap Jalankan Fit and Proper Test Secara Objektif

    27 Juli 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?