Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Cakupan Layanan Akses 4G di NTB Sudah 99 Persen, Masih Ada 124 Wilayah Tergolong Sinyal Lemah
    DPR

    Cakupan Layanan Akses 4G di NTB Sudah 99 Persen, Masih Ada 124 Wilayah Tergolong Sinyal Lemah

    redaksiBy redaksi24 Juli 202603 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Komisi I DPR RI saat foto bersama dengan mitra kerja BAKTI Komdigi usai kegiatan Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI ke Lombok Barat, NTB. Jumat (24/7/2026)/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Komisi I DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Reses ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam rangka memastikan pembangunan infrastruktur digital yang dilaksanakan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemkomdigi berjalan optimal, khususnya dalam mendukung pemerataan akses telekomunikasi hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

    Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menjelaskan, berdasarkan paparan yang diterima Komisi I DPR RI, cakupan layanan 4G di NTB telah menjangkau sekitar 99 persen populasi. Bahkan, secara umum tidak lagi ditemukan wilayah yang masuk kategori blank spot. Meski demikian, masih terdapat sekitar 124 wilayah dengan kualitas sinyal yang tergolong lemah sehingga memerlukan perhatian lebih lanjut.

    Meskipun demikian, untuk akses 4G sudah mencakup sekitar 99 persen populasi. “Itu artinya kalau dari sisi jumlah penduduk yang terlayani itu sudah bagus,” ujar Sukamta saat memimpin Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI dengan BAKTI Komdigi di Lombok Barat, NTB. Jumat (24/7/2026).

    Ia menambahkan, Komisi I DPR RI juga memastikan bahwa pembangunan jaringan telekomunikasi mampu mendukung pelayanan negara kepada masyarakat maupun sebaliknya.

    “Tadi kami juga sudah melakukan konfirmasi ulang apakah keperluan warga negara terhadap pelayanan dari negara itu bisa terfasilitasi oleh adanya jaringan telekomunikasi dan sebaliknya, keperluan negara pada warga itu juga terfasilitasi. Nah secara umum itu sudah tercover dengan baik,” lanjutnya.

    Namun demikian, Politisi Fraksi PKS tersebut menilai masih terdapat sejumlah tantangan dalam operasional infrastruktur telekomunikasi di wilayah 3T. Ia mencontohkan, sebagian BTS yang dibangun BAKTI berada di lokasi yang belum terjangkau jaringan listrik. Sehingga, hal itu masih mengandalkan tenaga surya maupun generator berbahan bakar diesel.

    “Sementara, sekarang ada persoalan kenaikan BBM. Nah saya kira itu persoalan yang kita temukan di lapangan dan itu mungkin nanti perlu solusi bersama,” terangnya.

    Selain memastikan pemerataan akses, ia juga mendorong adanya evaluasi terhadap tingkat pemanfaatan infrastruktur digital yang telah dibangun. Menurut Sukamta, pemerataan akses internet merupakan bagian dari upaya negara menghadirkan keadilan digital bagi seluruh masyarakat.

    Karena itu, ia meminta kepada BAKTI Komdigi untuk memberikan data statistik, dikarenakan pemerataan akses digital yang dilaksanakan oleh BAKTI Komdigi merupakan demokratisasi akses informasi. Sehingga, semua warga negara diperlakukan sama oleh negara.

    “Semua punya akses terhadap komunikasi digital. Cuma yang ingin kami dalami itu adalah akses yang tersedia ini sudah sejauh ini dimanfaatkan untuk apa? Untuk hal yang produktif, untuk hiburan ataupun untuk hal-hal yang lain, nah itu yang menarik didalami oleh kita bersama,” ungkapnya.

    Karena itu, ia mendorong tugas utama BAKTI berfokus pada pembangunan infrastruktur telekomunikasi, sedangkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pemanfaatan teknologi digital akan menjadi pembahasan lanjutan bersama Kemkomdigi dan pemerintah daerah.

    “BAKTI ini tugas utama adalah infrastruktur, terutama di wilayah 3T. Jadi BAKTI tidak mengurusi SDM, nah nanti urusan kesiapan mengenai SDM ini kita dalami dengan Kemkomdigi dan khususnya dengan pemerintah kota NTB,” pungkasnya.

    Selain itu, Komisi I DPR RI juga mengevaluasi pelaksanaan berbagai program BAKTI, antara lain pembangunan BTS 4G di wilayah 3T, pemanfaatan layanan internet Satelit SATRIA-1 bagi fasilitas publik seperti sekolah dan puskesmas, serta penguatan jaringan Palapa Ring. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh layanan internet yang merata, berkualitas, dan terjangkau.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Tutup Celah Travel Bodong, DPR Pastikan UU PIHU Demi Lindungi Jemaah Umrah Mandiri

    28 Juli 2026

    RUU Perampasan Aset Masuk Pembahasan Batang Tubuh, Selaraskan Hukum Pidana Nasional

    28 Juli 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Tutup Celah Travel Bodong, DPR Pastikan UU PIHU Demi Lindungi Jemaah Umrah Mandiri

    28 Juli 20260

    RUU Perampasan Aset Masuk Pembahasan Batang Tubuh, Selaraskan Hukum Pidana Nasional

    28 Juli 20260

    Waka DPR Sari Yuliati Desak Sanksi Berat jika Guru ASN Tanjungbalai Terbukti Cabuli Anak

    28 Juli 20260

    Yan Permenas: WNA Pelaku Kejahatan Harus Diproses Pidana, Bukan Sekadar Deportasi

    27 Juli 20260

    Hormati Undur Diri Perry Warjiyo, Komisi XI Siap Jalankan Fit and Proper Test Secara Objektif

    27 Juli 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?