Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Hasil Koordinasi dengan Kapolda Jabar, Satgas Dibentuk Kejar Pelaku Penyekapan Perempuan
    DPR

    Hasil Koordinasi dengan Kapolda Jabar, Satgas Dibentuk Kejar Pelaku Penyekapan Perempuan

    redaksiBy redaksi24 Juni 202602 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal di selasar Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2026)/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

     Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat terkait kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan di Kabupaten Bandung. Hasil koordinasi tersebut, Polda Jawa Barat membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk mengejar pelaku yang hingga kini masih dalam pencarian.


    “Saya sudah koordinasi dengan Pak Kapolda dan Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Barat bahwa Pak Kapolda membuat satgas untuk pengejaran pelaku,” ujar Cucun kepada medpolindo.com dan awak media di selasar Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2026). 


    Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) tersebut menerangkan koordinasi terus dilakukan guna memastikan proses penegakan hukum berjalan cepat dan pelaku segera ditangkap. Cucun meminta masyarakat memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum yang saat ini tengah bekerja melakukan pengejaran terhadap pelaku.


    “Percayakan, dalam waktu beberapa jam ini dari tadi terus kami koordinasi dengan Pak Kapolda, akan segera mengejar pelaku penyekapan ini,” tegas Cucun.


    Selain memastikan proses hukum berjalan, Cucun menegaskan bahwa korban juga harus mendapatkan pendampingan. Karena itu, berbagai pihak akan dilibatkan dalam proses pemulihan korban, termasuk unit Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Kementerian PPPA serta Komisi VIII DPR RI.


    Saat ditanya mengenai pendampingan terhadap korban, Politisi Fraksi PKB tersebut  memastikan bahwa Pemerintah dan DPR RI  turut mengawal proses tersebut. “Jelas, nanti PPA kemudian juga Kementerian terkait sudah tadi dengan Komisi VIII kami akan turun juga di Jawa Barat, di Rancaekek, menemui sekaligus sampai kapan kembali lagi itu korban bisa pulih. Ada trauma healing,” jelasnya.


    Kedepannya, Cucun mengajak masyarakat untuk berani melaporkan apabila mengetahui adanya kasus kekerasan terhadap perempuan maupun anak. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting agar kasus serupa dapat segera diketahui dan ditangani oleh pihak berwenang.


    “Ini merupakan satu kejadian yang menjadi pembelajaran bagi kita semua supaya bisa ditindak secepatnya,” imbaunya berpesan.


    Sebagaimana diketahui, publik dihebohkan oleh kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dialami seorang perempuan berinisial YTR (29) perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung. Korban diduga mengalami penyiksaan selama tiga tahun oleh seorang laki-laki berinisial T (30) yang hingga kini masih dalam pencarian aparat penegak hukum.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Netty: Mencegah PHK Lebih Baik daripada Menangani Dampaknya

    30 Juni 2026

    Sampaikan Belasungkawa, Puan Maharani Dorong Penguatan Manajerial Latsar SPPI

    30 Juni 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Netty: Mencegah PHK Lebih Baik daripada Menangani Dampaknya

    30 Juni 20260

    Sampaikan Belasungkawa, Puan Maharani Dorong Penguatan Manajerial Latsar SPPI

    30 Juni 20260

    Sturman: Metode Latihan Militer Tak Tepat untuk Calon Manajer Kopdes

    30 Juni 20260

    Banjir Jabotabek Dinilai Belum Tertangani, Syaiful Huda Desak Perencanaan Terintegrasi

    29 Juni 20260

    Tiga Negara Diguncang Gempa Hebat, Puan Sampaikan Simpati dan Tekankan Perlindungan WNI

    29 Juni 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?