Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Mufti Anam Desak Kompensasi PLN ke Warga Akibat Mati Lampu Bergilir
    DPR

    Mufti Anam Desak Kompensasi PLN ke Warga Akibat Mati Lampu Bergilir

    redaksiBy redaksi23 Juni 202613 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, menyoroti masalah pemadaman listrik bergilir yang sudah berlangsung selama beberapa pekan terakhir di berbagai daerah, terutama di Pulau Jawa. Pemadaman ini dinilai sangat merugikan masyarakat luas, mulai dari merusak alat elektronik hingga menghentikan kegiatan usaha kecil seperti warung makan, konveksi, dan bisnis makanan beku.

    Menanggapi kondisi tersebut, Mufti mendesak PT PLN (Persero) dan Pemerintah untuk segera memberikan ganti rugi (kompensasi) nyata kepada warga dan pelaku UMKM yang terdampak.

    “Kalau rakyat telat bayar tagihan listrik, langsung didenda bahkan diputus alirannya. Jadi, kalau PLN yang gagal memberikan pelayanan dan lampu mati berkali-kali, PLN juga harus berani tanggung jawab. Berikan kompensasi atau potongan tagihan kepada warga yang dirugikan. Ini adalah kewajiban PLN, bukan belas kasihan,” tegas Mufti Anam dalam keterangan persnya kepada medpolindo.com DPR RI, Selasa (23/6/2026).

    Selain masalah kerugian ekonomi, Mufti juga mengkritik sikap PLN yang terkesan tidak terbuka dan sering mengubah alasan terkait penyebab mati lampu. Alasan yang diberikan berubah-ubah mulai dari perawatan rutin, gangguan mesin pembangkit, hingga masalah pasokan batu bara domestik. Hal ini membuat masyarakat bingung dan merasa tidak mendapatkan informasi yang benar.

    “Masyarakat belum mendapatkan penjelasan yang jujur dan transparan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Awalnya dibilang hanya perawatan jaringan rutin. Begitu mati lampunya makin meluas, alasannya berubah ada gangguan pembangkit. Sekarang setelah didesak, baru mengaku ada masalah pasokan batu bara. Sebenarnya yang benar yang mana? Rakyat berhak tahu yang sejujurnya,” kata Legislator Dapil Jawa Timur II tersebut.

    Lebih lanjut, pemadaman listrik yang berlarut-larut ini juga mulai mengancam keselamatan dan nyawa warga. Di media sosial, sempat viral keluhan orang tua yang anaknya kesulitan bernapas di rumah sakit karena alat penyedot lendir (suction) tidak bisa menyala akibat mati lampu. Bahkan di dapil Mufti sendiri, terjadi kebakaran yang menghanguskan tiga rumah warga akibat masalah kelistrikan saat pemadaman berlangsung.

    “Di dapil saya bahkan terjadi kebakaran yang menghanguskan tiga rumah warga yang diduga berkaitan dengan persoalan kelistrikan. Ini bukan lagi sekadar persoalan teknis. Ini sudah menjadi persoalan keselamatan dan kehidupan masyarakat,” tutur Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut.

    Di akhir keterangannya, Mufti menyoroti ironi Indonesia sebagai salah satu penghasil batu bara terbesar di dunia yang justru mengalami krisis listrik. Ia meminta Pemerintah menindak tegas pengusaha nakal yang lebih mementingkan ekspor daripada kebutuhan dalam negeri, serta mengingatkan agar masalah ini jangan dijadikan alasan untuk menaikkan tarif listrik yang akan semakin membebani rakyat.

    “Jangan setiap kali terjadi masalah, rakyat selalu diminta memahami keadaan. Saat BBM naik, rakyat diminta mengerti. Saat listrik padam, rakyat diminta bersabar. Indonesia tidak kekurangan batu bara maupun pembangkit. Yang mulai habis hari ini adalah kesabaran rakyat melihat masalah yang sama terus berulang tanpa ada yang benar-benar bertanggung jawab,” pungkas Mufti.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Netty: Mencegah PHK Lebih Baik daripada Menangani Dampaknya

    30 Juni 2026

    Sampaikan Belasungkawa, Puan Maharani Dorong Penguatan Manajerial Latsar SPPI

    30 Juni 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Netty: Mencegah PHK Lebih Baik daripada Menangani Dampaknya

    30 Juni 20261

    Sampaikan Belasungkawa, Puan Maharani Dorong Penguatan Manajerial Latsar SPPI

    30 Juni 20261

    Sturman: Metode Latihan Militer Tak Tepat untuk Calon Manajer Kopdes

    30 Juni 20261

    Banjir Jabotabek Dinilai Belum Tertangani, Syaiful Huda Desak Perencanaan Terintegrasi

    29 Juni 20261

    Tiga Negara Diguncang Gempa Hebat, Puan Sampaikan Simpati dan Tekankan Perlindungan WNI

    29 Juni 20261
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?