Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Nobar Piala Dunia Masih Bersifat Jawa Sentris, Putra Nababan Ungkap Kekecewaan terhadap TVRI
    DPR

    Nobar Piala Dunia Masih Bersifat Jawa Sentris, Putra Nababan Ungkap Kekecewaan terhadap TVRI

    redaksiBy redaksi11 Juni 202622 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan mempertanyakan keberpihakan TVRI terhadap masyarakat di wilayah Indonesia Tengah dan Indonesia Timur jelang kick-off Piala Dunia. Putra mengaku kecewa karena berbagai program yang disusun TVRI masih terkesan berpusat di Pulau Jawa. Salah satu sorotannya adalah kegiatan “Nonton Bareng” (Nobar) pembukaan Piala Dunia yang dipusatkan di Jakarta dan Bandung.

    Hal itu disampaikan Putra dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI bersama LPP TVRI, LPP RRI, dan LKBN ANTARA dengan agenda Evaluasi Kinerja dan Serapan Anggaran Semester I Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Komisi VII, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

    “Kok kick-off awalnya itu Jakarta Bandung, kenapa gak dibikin di Ambon? Kenapa gak dibikin di NTT? Kenapa gak dibikin di Papua? Kenapa gak dibikin di Makassar? Kenapa? Piala Dunia ini punya kita semua, bukan ‘jawa sentris’ Pulau Jawa saja,” ujar Putra. 

    Legislator Fraksi PDI-Perjuangan itu menilai antusiasme masyarakat terhadap sepak bola di kawasan Indonesia Tengah dan Timur sangat tinggi. Karena itu, momentum Piala Dunia seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat kehadiran TVRI di daerah-daerah yang selama ini masih membutuhkan peningkatan akses siaran.

    “Sudah saya warning berkali-kali bahwa kita punya saudara-saudara ada di Indonesia Tengah, Indonesia Timur yang luar biasa cintanya sama bola. Kalau ini pernah disuarakan kalau TVRI ini adalah program Presiden untuk semua masyarakat Indonesia tolong lakukan, dan ini tidak tercermin dari anggaran yang sudah ada,” tandas Putra.

    Lebih lanjut, Putra menyoroti realisasi anggaran Pusat Pendidikan dan Pelatihan TVRI yang baru mencapai 16 persen. Padahal, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung kualitas penyiaran ajang internasional seperti Piala Dunia.

    “Saya tidak melihat dari paparan unit kerja yang ada keberpihakan ada perbaikan terhadap jangkauan saudara-saudara kita yang ada di Indonesia Tengah dan Indonesia untuk bisa menyaksikan tayangan yang ada dalam TVRI nanti,” tandasnya.

    Putra berharap TVRI segera mengambil langkah konkret untuk memastikan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia memperoleh akses yang setara terhadap tayangan Piala Dunia. Menurutnya, keberpihakan terhadap Indonesia Tengah dan Indonesia Timur harus tercermin tidak hanya dalam perencanaan program, tetapi juga dalam pelaksanaan dan penggunaan anggaran.

    “Ini merupakan kekecewaan kita setelah kita berbusa-busa berbuih-buih rapat tertutup, rapat terbuka ternyata hasilnya itu masih berpihak pada daerah-daerah yang memang masih menjadi jangkauan TVRI dan penambahannya dari 75% hanya nambah 2% menjadi 77%. Waktunya tidak lama lagi kick-off sudah sebentar beberapa hari lagi,” seru Putra mengingatkan.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Tutup Celah Travel Bodong, DPR Pastikan UU PIHU Demi Lindungi Jemaah Umrah Mandiri

    28 Juli 2026

    RUU Perampasan Aset Masuk Pembahasan Batang Tubuh, Selaraskan Hukum Pidana Nasional

    28 Juli 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Tutup Celah Travel Bodong, DPR Pastikan UU PIHU Demi Lindungi Jemaah Umrah Mandiri

    28 Juli 20260

    RUU Perampasan Aset Masuk Pembahasan Batang Tubuh, Selaraskan Hukum Pidana Nasional

    28 Juli 20260

    Waka DPR Sari Yuliati Desak Sanksi Berat jika Guru ASN Tanjungbalai Terbukti Cabuli Anak

    28 Juli 20260

    Yan Permenas: WNA Pelaku Kejahatan Harus Diproses Pidana, Bukan Sekadar Deportasi

    27 Juli 20260

    Hormati Undur Diri Perry Warjiyo, Komisi XI Siap Jalankan Fit and Proper Test Secara Objektif

    27 Juli 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?