Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Ancaman Heatstroke Melanda Tanah Suci, Jangan Abaikan Sinyal Tubuh Saat Berhaji
    DPR

    Ancaman Heatstroke Melanda Tanah Suci, Jangan Abaikan Sinyal Tubuh Saat Berhaji

    redaksiBy redaksi15 Mei 202603 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Di tengah jutaan langkah ibadah yang dipenuhi harapan dan doa di Tanah Suci, ancaman cuaca panas ekstrem menjadi perhatian serius. Suhu tinggi yang menyelimuti Makkah dan Madinah tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan jemaah haji, terutama mereka yang lanjut usia dan memiliki riwayat penyakit tertentu.

    Karena itu, Komisi VIII DPR RI mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko heatstroke atau serangan panas selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, meminta seluruh jemaah Indonesia mematuhi arahan petugas kesehatan dan petugas haji demi menjaga kondisi fisik tetap stabil di tengah cuaca ekstrem.

    “Jemaah juga harus mematuhi arahan petugas kesehatan dan petugas haji demi keselamatan bersama. Jangan memaksakan diri apabila kondisi tubuh kurang fit, karena kesehatan dan keselamatan jemaah harus menjadi prioritas utama agar ibadah berjalan lancar dan khusyuk,” ujar Dini dalam rilis yang diterima medpolindo.com, di Jakarta, Jumat (15/5/2026).

    Menurutnya, kesadaran menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci menjadi bagian penting dari ikhtiar ibadah. Banyak jemaah yang tetap memaksakan aktivitas di bawah terik matahari meski kondisi tubuh mulai melemah. Padahal, kondisi tersebut dapat memicu heatstroke, yakni keadaan ketika suhu tubuh meningkat drastis akibat paparan panas berlebihan atau dehidrasi.

    Heatstroke sendiri merupakan kondisi medis serius yang bisa menyerang siapa saja, terutama di tengah suhu ekstrem seperti yang terjadi di Arab Saudi saat musim haji. Gejalanya meliputi pusing, tubuh lemas, mual, kulit terasa panas, hingga kebingungan atau kehilangan kesadaran. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat membahayakan jiwa.

    Politisi Fraksi Partai NasDem itu pun mengimbau jemaah untuk menjaga daya tahan tubuh dengan disiplin memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi selama menjalankan ibadah.

    “Perbanyak konsumsi air putih dan vitamin, serta menghindari aktivitas berlebihan di bawah terik matahari,” katanya.

    Peringatan serupa juga disampaikan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melalui media sosial resminya. Otoritas haji Arab Saudi meminta jemaah meningkatkan kewaspadaan terhadap suhu panas yang terus meningkat di Tanah Suci.

    Dalam imbauannya, jemaah diminta rutin minum air tanpa menunggu rasa haus, menggunakan pelindung seperti payung berwarna terang, serta beristirahat secara berkala di tempat teduh. Langkah sederhana tersebut dinilai sangat penting untuk mencegah kelelahan akibat suhu tinggi yang dapat berkembang menjadi kondisi medis berbahaya.

    Imbauan tersebut menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya membutuhkan kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik yang prima. Di tengah cuaca ekstrem yang tidak bisa dihindari, disiplin menjaga kesehatan menjadi kunci agar jemaah dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

    Dengan menjaga pola hidrasi, mengenali gejala heatstroke sejak dini, serta mematuhi arahan petugas, diharapkan jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang di tengah tantangan cuaca panas ekstrem di Tanah Suci. 

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Banyak Jemaah Belum Siap Secara Fisik Jelang Puncak Haji, Layanan Kesehatan Harus Diperkuat

    17 Mei 2026

    Ribuan ASN Brebes Diduga Manipulasi Absen, Shintya Sandra: Integritas 

    17 Mei 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Banyak Jemaah Belum Siap Secara Fisik Jelang Puncak Haji, Layanan Kesehatan Harus Diperkuat

    17 Mei 20260

    Ribuan ASN Brebes Diduga Manipulasi Absen, Shintya Sandra: Integritas 

    17 Mei 20260

    Jemaah Haji Mulai Berpindah Makkah-Madinah, Insiden Bus Terbakar Jadi Sorotan Timwas

    17 Mei 20260

    Bertolak ke Tanah Suci, Abdul Wachid Soroti Keterlambatan Makanan Sambutan Bagi Jemaah Haji

    16 Mei 20260

    Kloter Pertama Berangkat, Timwas Haji Siap Sidak Layanan Jemaah Mulai dari Madinah

    16 Mei 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?