Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » BAKN DPR Tekankan Perkuat PLN di Tengah Lonjakan Subsidi dan Kompensasi Listrik
    DPR

    BAKN DPR Tekankan Perkuat PLN di Tengah Lonjakan Subsidi dan Kompensasi Listrik

    redaksiBy redaksi5 Mei 202602 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Wakil Ketua BAKN DPR RI, Herman Khaeron, saat Kunjungan Kerja BAKN di Kota Denpasar, Bali/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI mengevaluasi kinerja soal subsidi dan kompensasi sektor kelistrikan yang dilakukan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) bersama sejumlah subholding, yakni PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN-EPI), PT PLN Indonesia Power (PLN-IP), dan PT PLN Nusantara Power (PLN-NP) di Kota Denpasar, Bali, Senin (4/5/2026).

    Membuka agenda, Wakil Ketua BAKN DPR RI Herman Khaeron menyampaikan bahwa pihaknya mencermati tren peningkatan subsidi dan kompensasi supaya PLN tetap mampu menjaga kinerja sekaligus menjalankan penugasan nasional. “Kami melanjutkan pertemuan dengan PLN untuk mendalami terkait subsidi dan kompensasi. Karena subsidi meningkat terus, kompensasinya apalagi meningkat dengan sangat besar, tentu kami ingin mendorong PLN tetap handal dan tetap menghasilkan keuntungan, menghasilkan fiskal bagi negara,” ujar Herman.

    Dalam pandangannya, kebutuhan ekspansi listrik hingga ke seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil dan perbatasan, menuntut kesiapan pembiayaan yang kuat serta tata kelola yang akuntabel. Di sisi lain, ia juga mencermati bahwa skema penugasan yang ada saat ini masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan operasional.

    “Pada sisi lain PLN juga harus terus melakukan ekspansi supaya bisa mengalirkan listrik ke seluruh warga negara Indonesia, ke seluruh pelosok negeri, ke perbatasan. otomatis butuh anggaran, butuh akuntabilitas, butuh kemampuan secara keuangan, secara finansial,” lanjutnya.

    Pada kesempatan yang sama, ia juga menyoroti terkait proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Pesanggaran, Bali. Beberapa kendala seperti keterlambatan pembangunan dan belum optimalnya pasokan gas dinilai perlu segera diselesaikan agar tidak berdampak pada efisiensi biaya energi.

    “Oleh karenanya kami dorong dulu dari sisi efisiensi, termasuk hasil temuan-temuan BPK terhadap PLTMG yang ada di Bali yaitu di Pesanggaran, yang pertama pembangunannya agak molor, yang kedua akibat dari tidak terselesaikannya penyediaan gas yang saat ini disuplai dari kapal,” jelasnya.

    Selain itu, Herman menilai penggunaan bahan bakar berbasis minyak dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan beban biaya, terutama di tengah fluktuasi harga energi global. Oleh sebab itu, ujarnya, kesiapan pasokan energi primer, khususnya gas, menjadi perhatian penting ke depan.

    Menutup pernyatannya, Politisi Fraksi Partai Demokrat itu menegaskan peran BAKN DPR sebagai penghubung berbagai kepentingan lintas sektor guna mendorong solusi yang konstruktif bagi keberlanjutan PLN. “Kami (BAKN) ingin melahirkan solusi-solusi yang tepat supaya PLN sebagai perusahaan listrik negara, sebagai korporasi milik negara bisa terjaga keberlangsungannya,” pungkasnya.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 2026

    DPR Kawal Penegakan Hukum Kekerasan Anak di Daycare Yogya

    5 Mei 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 20260

    DPR Kawal Penegakan Hukum Kekerasan Anak di Daycare Yogya

    5 Mei 20260

    Waka DPR Apresiasi Sanimas, Bantu Akses Sanitasi Masyarakat

    5 Mei 20260

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 20260

    PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun, Negara Diminta Sediakan Anggaran Pendidikannya

    4 Mei 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?