Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Hasil TKA Harus Jadi Bahan Perencanaan Pendidikan
    DPR

    Hasil TKA Harus Jadi Bahan Perencanaan Pendidikan

    redaksiBy redaksi19 April 202602 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, saat kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI dalam rangka evaluasi pelaksanaan TKA di Bandar Lampung, Lampung/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di berbagai daerah menuai banyak kendala teknis. Pemerintah dinilai perlu memberikan perhatian serius untuk mengatasi hal itu.

    Menurut Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih, persoalan teknis seperti gangguan komputer maupun server tidak hanya terjadi di Lampung, tetapi kemungkinan juga dialami provinsi lain saat pelaksanaan TKA.

    Meskipun demikian, ia menilai hasil TKA di daerah harus dipandang sebagai bahan evaluasi dan dasar perencanaan pendidikan ke depan.

    “Mungkin di provinsi lain juga mengalami hal yang sama. Jadi pada saat TKA ini berlangsung, ada kendala komputer, server down, dan sebagainya,” kata Abdul Fikri Faqih saat kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI dalam rangka evaluasi pelaksanaan TKA di Bandar Lampung, Lampung, Kamis (16/4/2026).

    Politisi Fraksi PKS ini menjelaskan, kendala tersebut berpotensi memengaruhi hasil peserta, termasuk siswa yang sebenarnya memiliki kemampuan baik namun tidak dapat menunjukkan performa optimal karena hambatan teknis.

    “Kemudian ada yang merasa dirugikan karena pintar, tapi kemudian karena problematikanya, maka hasilnya mungkin tidak menggembirakan,” ujarnya.

    Dalam kesempatan itu, Fikri menilai sikap Pemerintah Provinsi Lampung patut diapresiasi. Meski tingkat partisipasi TKA berada di peringkat ke-25 dari 38 provinsi dan tingkat kelulusan baru sekitar 10 hingga 14 persen, para pemangku kepentingan pendidikan di Lampung tetap menerima hasil tersebut secara terbuka.


    “Tetapi tidak menjadikan kepala dinas juga pemangku kepentingan di bidang pendidikan di Lampung ini menjadi kecil hati. Ini bagus, semuanya diterima dengan baik,” katanya.

    Ia menegaskan, hasil TKA seharusnya menjadi instrumen penting dalam menyusun langkah peningkatan kualitas pendidikan di masa mendatang. “Ini jadi alat untuk perencanaan pendidikan ke depan. Mudah-mudahan provinsi lain juga seperti itu, tidak usah berkecil hati,” pungkasnya.

    Komisi X DPR RI berharap seluruh daerah dapat menjadikan pelaksanaan TKA sebagai momentum evaluasi untuk memperbaiki mutu pendidikan secara berkelanjutan.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    GKR Hemas Dapat Anugerah KWP Awards 2026

    23 April 2026

    Tangis Haru di Paripurna: Perjuangan Panjang PRT Berbuah Pengesahan UU

    22 April 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Hilirisasi Terbukti Efektif, MIND ID Bukukan Pendapatan Rp139 Triliun

    24 April 20260

    Investasi Triwulan I 2026 Batam Tembus Rp17,4 Triliun

    23 April 20260

    GKR Hemas Dapat Anugerah KWP Awards 2026

    23 April 20260

    Tangis Haru di Paripurna: Perjuangan Panjang PRT Berbuah Pengesahan UU

    22 April 20260

    Kartini dan Amanah Peradaban: Memuliakan Ilmu, Menguatkan Bangsa

    21 April 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?