Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Pendamping Anak Harus Terampil untuk Peningkatan Literasi Generasi Penerus
    DPR

    Pendamping Anak Harus Terampil untuk Peningkatan Literasi Generasi Penerus

    redaksiBy redaksi5 April 202642 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat menilai upaya peningkatan keterampilan pendamping, baik dari unsur guru, orang tua, maupun masyarakat sangat krusial untuk menanamkan kemampuan literasi generasi muda. Menurut Lestari yang juga Wakil Ketua MPR RI itu, pendampingan saat anak menggunakan gawai serta pembiasaan membaca sejak dini harus dilakukan secara konsisten. 

    “Upaya peningkatan literasi anak bangsa tidak bisa hanya bergantung pada sekolah. Peran orang tua dan lingkungan sekitar dalam menanamkan kemampuan literasi generasi penerus sangat menentukan,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima medpolindo.com, di Jakarta, Sabtu (4/4/2026). 

    Jika tidak, tambah Rerie, sapaan akrab Lestari, kemampuan anak memahami bacaan akan tetap rendah, meskipun mereka bisa membaca.

    Data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan bahwa 75% anak usia 15 tahun di Indonesia sudah bisa membaca, tetapi tidak memahami isi bacaannya. Hanya sekitar separuh siswa yang bisa membaca memiliki kemampuan literasi yang baik.

    “Ini bukan soal bisa baca atau tidak, tapi soal paham atau tidak. Ini darurat pemahaman bacaan,” ujar Rerie yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu. 

    Politisi Fraksi Partai NasDem ini pun mendorong agar sejumlah langkah segera direalisasikan. Antara lain, tegas dia, orang tua harus aktif mendampingi anak saat menggunakan gawai, bukan sekadar melarang atau memberi gadget tanpa kontrol.

    Selain itu, ujar Rerie, pemerintah harus segera menghapus pajak buku dan pajak kertas agar harga buku terjangkau, sehingga akses masyarakat terhadap bahan bacaan lebih mudah. 

    Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berpendapat bahwa upaya peningkatan literasi anak bangsa harus menjadi gerakan nasional, bukan hanya tugas guru di sekolah.

    Menurut Rerie, jika generasi muda tidak dibekali kemampuan berpikir kritis sejak dini, maka daya saing bangsa akan terancam.

    “Kedaulatan bangsa di masa depan sangat tergantung pada kemampuan anak-anak kita dalam memahami dan menyaring informasi,” pungkasnya.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Jangan Terus Menerus Tambal Sulam JKN BPJS Kesehatan Demi Tutup Defisit Rp2 Triliun

    12 Juni 2026

    Netty Aher: Defisit BPJS Kesehatan Jadi Alarm Serius Benahi Sistem JKN Nasional

    12 Juni 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Jangan Terus Menerus Tambal Sulam JKN BPJS Kesehatan Demi Tutup Defisit Rp2 Triliun

    12 Juni 20260

    Netty Aher: Defisit BPJS Kesehatan Jadi Alarm Serius Benahi Sistem JKN Nasional

    12 Juni 20260

    Irma Suryani: Jangan Abaikan Hak Pesangon 700 Pekerja Papua

    12 Juni 20260

    DPR RI Perkuat Sinergi Fiskal dan Moneter untuk Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

    12 Juni 20260

    Soroti Klaim BPJS Kesehatan, Heru Tjahjono : Ini Bukan Hanya Soal Angka

    11 Juni 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?