Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » UMKM dan Ekraf Kunci Bangkit dari Krisis Pascabencana
    DPR

    UMKM dan Ekraf Kunci Bangkit dari Krisis Pascabencana

    redaksiBy redaksi12 Februari 202602 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi VII DPR RI, Putra Nababan saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII ke Padang, Sumatera Barat, Kamis (12/2/2026)Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan menilai UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata merupakan sektor paling tangguh saat krisis. Sehingga harus menjadi prioritas utama dalam pemulihan Sumatera Barat pascabencana banjir yang masih terus terjadi di sejumlah wilayah.


    Putra menyampaikan, pengalaman empiris menunjukkan bahwa saat wilayahnya di Jakarta Timur mengalami keterpurukan ekonomi pada momen krisis, sektor yang paling cepat bertahan dan bergerak justru UMKM dan ekonomi kreatif. “Dapil saya Jakarta Timur dua kali down. Pertama saat momen Natal, kedua saat pandemi COVID-19. Yang bantu cuma dua, UMKM sama ekraf. Yang bantu hanya itu,” ujar Putra saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII ke Padang, Sumatera Barat, Kamis (12/2/2026).


    Karena itu, ia meyakini bahwa pendekatan pemulihan di Sumatera Barat harus bertumpu pada penguatan sektor-sektor tersebut. Menurutnya, masyarakat Sumbar yang dikenal tangguh tidak membutuhkan “ikan”, melainkan “pancing” berupa dukungan ekosistem, sarana, dan kebijakan yang memudahkan mereka kembali bergerak.


    Dalam kesempatan itu, Putra juga mengungkapkan komitmen moral Komisi VII terhadap Sumbar, bahkan sebelum kunjungan kerja dilakukan. Ia menyebut para anggota Komisi VII sempat melakukan urunan secara pribadi sebagai bentuk empati terhadap bencana yang melanda Sumbar pada akhir tahun lalu.


    Putra turut menyoroti besarnya kebutuhan anggaran pemulihan pascabencana yang disampaikan pemerintah daerah, yang mencapai puluhan triliun rupiah, sementara dukungan anggaran kementerian mitra Komisi VII dalam setahun relatif terbatas. Kondisi ini, menurutnya, menuntut ketepatan prioritas pada sektor yang paling efektif menggerakkan ekonomi masyarakat.


    Ia juga mengingatkan bahwa proses pemulihan belum sepenuhnya selesai, mengingat masih terjadinya banjir di sejumlah wilayah seperti Agam dan Tapanuli Tengah, berdasarkan informasi yang diterimanya dari pemberitaan media publik.


    “Kerja kita belum selesai. Ternyata masih ada banjir lagi di Agam dan Tapanuli Tengah. Jadi pemulihan ini harus terus berjalan bersamaan dengan penanganan bencana yang masih terjadi,” ujarnya.


    Putra pun mengapresiasi peran TVRI, RRI, dan Antara yang terus menyampaikan perkembangan kondisi di lapangan, sehingga perhatian terhadap daerah terdampak tetap terjaga. Ia berharap, dengan menjadikan UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata sebagai prioritas, pemulihan ekonomi Sumbar pascabencana dapat berlangsung lebih cepat dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. 

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Atasi Masalah Pajak Ganda, Komisi XII Dorong Insentif Hilirisasi Timah

    13 Februari 2026

    Berprinsip Kehati-hatian, BPKH Harus Lebih Diberikan Ruang Kelola Uang Jemaah Haji

    13 Februari 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Atasi Masalah Pajak Ganda, Komisi XII Dorong Insentif Hilirisasi Timah

    13 Februari 20260

    Berprinsip Kehati-hatian, BPKH Harus Lebih Diberikan Ruang Kelola Uang Jemaah Haji

    13 Februari 20260

    Edy Wuryanto Soroti Lonjakan Pengaduan THR dan Efektivitas Pengawasan di Daerah

    13 Februari 20260

    Legislator Apresiasi Intervensi Satgas Pangan, Harga Pokok di Pasar Wonokromo Sesuai HET

    12 Februari 20260

    335 Harta Karun Kerajaan Lombok yang Dirampas Belanda Telah Kembali

    12 Februari 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?