Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Komisi VIII Minta BPKH Jelaskan Tak Tercapainya Target 2025, Soroti Nilai Manfaat hingga Pengawasan Anak Usaha
    DPR

    Komisi VIII Minta BPKH Jelaskan Tak Tercapainya Target 2025, Soroti Nilai Manfaat hingga Pengawasan Anak Usaha

    redaksiBy redaksi4 Februari 202603 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH)/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Komisi VIII DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) membahas Pelaksanaan Program Kerja dan Anggaran Tahun 2026 serta isu-isu aktual. Rapat ini menjadi forum penguatan akuntabilitas pengawasan, terutama terkait capaian kinerja BPKH tahun 2025 dan kesiapan rencana kerja tahun 2026.


    Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan, Komisi VIII belum dapat menganalisis secara utuh situasi pengelolaan keuangan haji tahun 2025 karena belum mendapatkan uraian rinci penyebab target yang tidak tercapai. “Ada dua bagian ini. Satu, pengawasan tahun 2025 Komisi belum dapat menganalisa kira-kira seperti apa situasi. Kenapa umpamanya target tidak tercapai, penyebabnya apa,” kata Marwan saat rapat, Rabu (4/2/2026).


    Ia mencontohkan salah satu indikator yang perlu dijelaskan secara detail, yakni penurunan target dalam RKAT dari 188,8 menjadi 180,72, dengan capaian yang disebut hanya sekitar 95 persen. Menurutnya, Dewas harus memaparkan hambatan dan kendala yang membuat target tidak tercapai. “Kita ingin itu diuraikan. Kenapa itu enggak tercapai, masalahnya apa, halangannya apa, kendalanya apa?” tegasnya.


    Selain itu, Marwan juga menyoroti posisi nilai manfaat yang disebut hampir habis. Ia menyampaikan bahwa nilai manfaat tercatat 12,88 dengan realisasi 12,89, sehingga pada periode sebelumnya dilakukan penutupan dari virtual account sebesar Rp4,4 triliun untuk menjaga ruang simpan dana.


    “Nilai manfaat itu hampir habis. Karena hampir habis maka kita tutup dari virtual account yang 4,4 triliun, kita ambil itu kemarin seinget saya,” ujarnya.


    Namun demikian, Marwan mempertanyakan mengapa Dewas masih mencantumkan angka Rp4,4 triliun dalam laporan, padahal menurutnya nilai tersebut sudah dikurangi. “Tapi Dewas juga masih mencantumkan empat koma, padahal sudah kita kurangi. Jadi kenapa Dewas masih mencantumkan 4,4?” tandasnya.


    Di kesempatan yang sama, Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nurwahid menekankan bahwa pengawasan keuangan haji merupakan elemen kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan ibadah haji. “Kita mengapresiasi adanya pengawasan keuangan ini karena memang sangat diperlukan. Salah satu yang sangat dipentingkan adalah bagaimana menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan ibadah haji melalui keamanan dan keselamatan daripada keuangannya,” ujar Hidayat.


    Hidayat juga meminta penjelasan lebih tegas mengenai hasil rekomendasi Dewas terkait pengawasan terhadap dua anak usaha BPKH, yaitu PT Bank Muamalat Indonesia dan BPKH Limited. Ia menilai laporan Dewas baru memuat bentuk tindakan atau instruksi, tetapi belum menjelaskan secara definitif hasil rekomendasi tersebut.


    “Saya ingin mendapatkan… belum disampaikan secara definitif hasil daripada rekomendasi yang disampaikan oleh badan pengawas BPKH,” katanya.


    Ia mencontohkan, dalam laporan disebut adanya permintaan pertanggungjawaban atas kerugian dan audit menyeluruh, namun belum dijelaskan apakah rekomendasi itu sudah dilaksanakan atau belum. “Apakah itu kemudian sudah dilaksanakan? Ini belum… belum disebutkan di dalam laporan,” tegasnya. 

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Perbatasan RI–Malaysia di Kaltara Dinilai Rawan, Umbu Kabunang: Garis Terdepan Harus Jadi Prioritas

    5 Februari 2026

    Edy Wuryanto Minta Penonaktifan PBI BPJS Jangan Putus Layanan Pasien Kronis

    5 Februari 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Perbatasan RI–Malaysia di Kaltara Dinilai Rawan, Umbu Kabunang: Garis Terdepan Harus Jadi Prioritas

    5 Februari 20260

    Edy Wuryanto Minta Penonaktifan PBI BPJS Jangan Putus Layanan Pasien Kronis

    5 Februari 20260

    Ketergantungan Impor Masih Tinggi, Komisi VII Dorong Kemandirian Industri Susu Nasional

    5 Februari 20260

    Kebersihan dan Keselamatan Harus Jadi Fondasi Pariwisata Nasional

    4 Februari 20260

    Anggaran Kepemudaan Terlalu Kecil, Negara Belum Serius Jawab Keresahan Anak Muda

    4 Februari 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?