Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Kawal Arah Besar Prabowo-Gibran, Azis Subekti: Jangan Biarkan Agenda Strategis Tereduksi Kepentingan Jangka Pendek!
    DPR

    Kawal Arah Besar Prabowo-Gibran, Azis Subekti: Jangan Biarkan Agenda Strategis Tereduksi Kepentingan Jangka Pendek!

    redaksiBy redaksi14 Januari 202602 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi II DPR RI, Azis Subekti./Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota DPR RI Komisi II Azis Subekti menilai tantangan terbesar pemerintahan saat ini dan seterusnya menjaga agar arah besar pemerintahan Prabowo-Gibran seperti urusan strategis pangan, energi, industri, pertahanan, dan stabilitas ekonomi tidak tereduksi oleh kepentingan jangka pendek, transaksi politik, atau kebisingan yang menggerus rasa keadilan.


    “Negara hadir dalam urusan-urusan strategis pangan, energi, industri, pertahanan, dan stabilitas ekonomi. Kemandirian ekonomi dan stabilitas negara tentu tidak tumbuh di ruang hampa, melainkan dari kepercayaan bahwa kebijakan yang diambil memang ditujukan untuk kepentingan bersama, bukan untuk segelintir kelompok,” papar Azis kepada media, Selasa (13/1/2026).


    Di sinilah, Lanjutnya, tantangan terbesar pemerintahan hari ini dan seterusnya menjaga agar arah besar tersebut tidak tereduksi oleh kepentingan jangka pendek, transaksi politik, atau kebisingan yang menggerus rasa keadilan.


    Dijelaskannya, Politisi dari Fraksi Partai Gerindra ini banyak kebijakan hari ini menuntut kesabaran kolektif. Hilirisasi, penguatan pangan, pembenahan fiskal, hingga penataan birokrasi. Dalam situasi seperti ini menurutnya saling percaya menjadi energi utama agar bangsa tidak mudah lelah dan saling menyalahkan. Kepercayaan juga menjadi jembatan penting antara pemerintah pusat dan daerah. Pasalnya, Negara besar tidak dibangun hanya dari istana, melainkan dari ribuan keputusan kecil di kabupaten, kota, dan desa.


    ‘’Saat pusat percaya pada daerah, dan daerah pun merasa dipercaya mengeksekusi kebijakan dengan bertanggung jawab, maka konsistensi arah nasional akan terjaga. Hal itu pun berlaku dalam hubungan antar kelompok politik. Karena, Demokrasi bukan soal menang-kalah tanpa akhir, melainkan soal kemampuan menjaga agenda bersama setelah kontestasi selesai,” tambahnya.


    Ditambahkan Azis, sejatinya negara yang besar tidak menuntut kesamaan pikiran, melainkan butuh kesepakatan minimum tentang arah dimana stabilitas, kemandirian ekonomi, dan kesejahteraan rakyat menjadi tujuan bersama yang tidak boleh dikorbankan karena kepentingan sesaat sekelompok orang.


    “Di sinilah pesan terpenting yang patut dijaga dalam perjalanan pemerintahan ini. Indonesia tidak sedang berada di jalan yang mudah, tetapi berada di jalan yang masuk akal secara sejarah. Jalan tersebut butuh kebijakan yang konsisten, kepemimpinan yang tegas, dan tak kalah penting, kepercayaan publik yang terus dirawat dengan kejujuran, keterbukaan, dan keberanian mengoreksi diri,” tegasnya.

    Oleh karena itu pihaknya meyakini, selama pemerintah menjaga arah dengan konsisten, adil, dan rakyat pun terus memberi kepercayaan yang rasional dan kritis. Indonesia akan tumbuh menjadi negara besar, stabil secara politik, mandiri secara ekonomi, dan yang terpenting mampu mensejahterakan rakyatnya dengan martabat.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Petugas TNI/Polri Ditambah Dua Kali Lipat, Dini Rahmania: Harus Skema Khusus, Jangan Kurangi Kuota Petugas Haji!

    19 Januari 2026

    Dukung KLH Gugat 6 Perusahaan Pemicu Banjir Sumatra, Ateng Sutisna: Mereka Punya Utang Ekologis kepada Rakyat!

    19 Januari 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Petugas TNI/Polri Ditambah Dua Kali Lipat, Dini Rahmania: Harus Skema Khusus, Jangan Kurangi Kuota Petugas Haji!

    19 Januari 20260

    Dukung KLH Gugat 6 Perusahaan Pemicu Banjir Sumatra, Ateng Sutisna: Mereka Punya Utang Ekologis kepada Rakyat!

    19 Januari 20260

    Sampaikan Empati Mendalam, Mori Hanafi: Fasilitas Bandara Mewah Tak Berarti Tanpa Jaminan Keamanan Penumpang!

    18 Januari 20260

    Tuntutan Publik Era Digital ‘Luar Nalar’, Aria Bima: Kantor Pertanahan Tak Bisa Lagi Pakai Cara Konservatif!

    18 Januari 20260

    BPN Krisis SDM, Sertifikasi Tanah Tak Akan Selesai Tanpa Keterlibatan Pemda!

    17 Januari 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?