Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Andi Yuliani Paris: Pengentasan Kemiskinan Harus Fokus ke Lapangan Kerja dan UMKM
    DPR

    Andi Yuliani Paris: Pengentasan Kemiskinan Harus Fokus ke Lapangan Kerja dan UMKM

    redaksiBy redaksi3 Mei 202552 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Oplus_0
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, memberikan tanggapan tajam terkait data terbaru dari Bank Dunia yang menyebutkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia, yakni 60,3% dari total penduduk 285,1 juta jiwa pada tahun 2024, masih masuk dalam kategori miskin. Menurut Andi, data ini harus menjadi indikator serius bagi pemerintah untuk mengevaluasi efektivitas program-program pengentasan kemiskinan selama ini.


    “Selama ini program pengentasan kemiskinan masih terlalu banyak mengandalkan bantuan langsung. Padahal, yang paling dibutuhkan masyarakat adalah penciptaan lapangan kerja,” ujar Andi usai melakukan kunjungan kerja spesifik Komisi XI dengan LPS di Denpasar, Bali, Kamis (2/5/2025).


    Andi menyoroti minimnya fokus pemerintah terhadap penyediaan pekerjaan, baik melalui industri formal maupun pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia menilai bahwa UMKM justru merupakan solusi strategis dalam menurunkan angka kemiskinan, asalkan dikelola secara komprehensif dan berkelanjutan.


    “Selama ini pembinaan UMKM masih bersifat parsial. Harusnya pemerintah mendampingi sejak pengembangan SDM, produksi, hingga akses ke pasar,” jelasnya.


    Sebagai langkah konkret, Andi mendorong pemerintah untuk belajar dari negara-negara seperti Thailand, Singapura, bahkan Cina dan Jepang yang sukses mengembangkan konsep “One Village, One Product.” Ia menyebut bahwa pendekatan ini belum diterapkan secara sistematis di Indonesia.


    Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya integrasi program nasional dengan penguatan UMKM lokal. Salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya seharusnya memprioritaskan produk-produk lokal dari desa-desa.


    “Kalau ingin benar-benar menurunkan kemiskinan, kita harus menyiapkan peta jalan yang jelas dalam mengembangkan potensi lokal. Sayangnya, sampai sekarang belum ada roadmap tajam terkait hal itu,” pungkasnya.


    Pernyataan ini menjadi seruan keras kepada pemerintah agar tidak lagi mengandalkan pendekatan karitatif semata, melainkan membangun kemandirian ekonomi rakyat melalui penciptaan kerja dan penguatan UMKM. 

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Jangan Terus Menerus Tambal Sulam JKN BPJS Kesehatan Demi Tutup Defisit Rp2 Triliun

    12 Juni 2026

    Netty Aher: Defisit BPJS Kesehatan Jadi Alarm Serius Benahi Sistem JKN Nasional

    12 Juni 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Jangan Terus Menerus Tambal Sulam JKN BPJS Kesehatan Demi Tutup Defisit Rp2 Triliun

    12 Juni 20260

    Netty Aher: Defisit BPJS Kesehatan Jadi Alarm Serius Benahi Sistem JKN Nasional

    12 Juni 20260

    Irma Suryani: Jangan Abaikan Hak Pesangon 700 Pekerja Papua

    12 Juni 20261

    DPR RI Perkuat Sinergi Fiskal dan Moneter untuk Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

    12 Juni 20260

    Soroti Klaim BPJS Kesehatan, Heru Tjahjono : Ini Bukan Hanya Soal Angka

    11 Juni 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?