Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » TA Khalid Ingatkan Jangan Ada Lagi Permainan Harga Pupuk di Aceh
    DPR

    TA Khalid Ingatkan Jangan Ada Lagi Permainan Harga Pupuk di Aceh

    redaksiBy redaksi26 April 202522 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi IV DPR RI TA Khalid mengingatkan agar tak ada lagi permainan harga pupuk, khususnya di wilayah Aceh.  Ia menekankan, bahwa harga pupuk subsidi harus sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

    Menurutnya, hal ini untuk mendorong swasembada pangan di Aceh segera terwujud. Khalid juga ingin para petani dilindungi haknya untuk mendapatkan harga subsidi yang diberikan pemerintah.

    “Saya berharap tidak ada lagi permainan harga pupuk subsidi di Aceh. Karena ini menyangkut hajat hidup para petani dan masa depan ketahanan pangan kita,” kata Khalid dalam keterangannya yang dikutip medpolindo.com, di Jakarta, Sabtu (26/4/2025).

    Khalid juga menekankan pentingnya sinergi semua pihak dalam memastikan pupuk bersubsidi benar-benar sampai ke tangan petani dengan harga yang adil. Ia pun mengingatkan kembali ketentuan harga pupuk bersubsidi, yaitu Urea Rp2.250/kg, NPK Rp2.300/kg, dan Pupuk Organik Rp800/kg.

    “Ini bukan sekadar angka. Tapi wujud keadilan bagi petani kita,” ucapnya.

    Politisi Fraksi Partai Gerindra juga menyinggung kolaborasi antara PT Pupuk Indonesia Holding Company dan Kementerian Pertanian RI. Menurutnya, pengawasan harga pupuk subsidi bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga bentuk nyata keberpihakan negara terhadap petani.

    Ia berharap koordinasi lintas sektor dapat memastikan tidak ada satu pun petani Aceh yang dirugikan. “Kalau kita ingin Aceh kuat di sektor pangan, maka pastikan kebutuhan petani terpenuhi, dan itu dimulai dari distribusi pupuk yang adil,” ujarnya.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    GKR Hemas Dapat Anugerah KWP Awards 2026

    23 April 2026

    Tangis Haru di Paripurna: Perjuangan Panjang PRT Berbuah Pengesahan UU

    22 April 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Hilirisasi Terbukti Efektif, MIND ID Bukukan Pendapatan Rp139 Triliun

    24 April 20260

    Investasi Triwulan I 2026 Batam Tembus Rp17,4 Triliun

    23 April 20260

    GKR Hemas Dapat Anugerah KWP Awards 2026

    23 April 20260

    Tangis Haru di Paripurna: Perjuangan Panjang PRT Berbuah Pengesahan UU

    22 April 20260

    Kartini dan Amanah Peradaban: Memuliakan Ilmu, Menguatkan Bangsa

    21 April 20261
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?