Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda ยป BAKN Tinjau Distribusi Pupuk Bersubsidi
    DPR

    BAKN Tinjau Distribusi Pupuk Bersubsidi

    redaksiBy redaksi7 Maret 202512 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

     Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI sedang menelaah pupuk bersubsidi. Pada rantai distribusinya, selalu ditemukan masalah. Para distributor dan pengecernpya mendapat margin keuntungan yang sangat kecil. Ini berpotensi terjadi penyimpangan. 

    Wakil Ketua BAKN Herman Khaeron menyampaikan hal ini saat meninjau distribusi pupuk bersubsidi di Kecamatan Klari, Karawang, Jawa Barat, Rabu (5/3/2025). Sebelumnya, BAKN juga sudah beraudensi dengan direksi PT. Pupuk Kujang membahas produsi dan distribusi pupuk bersubsidi. 

    Tinjauan dan telaahan soal pupuk bersubsidi yang dilakukan BAKN ini untuk memastikan pupuk tersebut tepat sasaran, tepat waktu, tepat harga, dan tepat jumlah. Isu pupuk ini penting ditelaah BAKN untuk menyukseskan program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. 

    “BAKN sedang menelaah pupuk bersubsidi. Kami ingin segala keuangan negara yang disalurkan untuk kemaslahatan rakyat tentu efektif sampai ke rakyat. Dan kami coba mengurai dari sisi penyaluran distribusi. Hari ini mengunjungi pengecer di kecamatan Klari, Kabupaten Karawang. Kita bisa lihat margin yang diberikan terlalu kecil. Jangan sampai PT. Pupuk Indonesia untung triliunan, tapi para distributor dan pengecer keuntungannya sangat kecil,” papar Herman. 

    Menurut politis Partai Demokrat itu, bila margin keuntungan yang didapat para distributor dan utamanya pengecer terlalu kecil, itu berisiko terjadi penyimpangan, seperti kenaikan harga di daerah-daerah yang tak terawasi. Subsidi pupuk, lanjut Herman, meningkat terus. Dulu subsidi untuk 9,5 juta ton butuh Rp28 triliun. Sekarang sudah Rp44 triliun. 

    “Berarti harus ada yang dihemat dari berbagai sisi. Inilah yang sedang kami dalami. Pupuk sangat berperan menuju swasembada pangan yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Kami ingin berkontribusi juga untuk menuju ke swasembada pangan,” ungkapnya. 

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

    5 Maret 2026

    Perkuat Hubungan Dagang, BKSAP Dorong Kebijakan Bebas Visa Indonesia dan Mongolia

    5 Maret 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

    5 Maret 20260

    Perkuat Hubungan Dagang, BKSAP Dorong Kebijakan Bebas Visa Indonesia dan Mongolia

    5 Maret 20260

    Komitmen Komisi III Perkuat Penegakan Hukum yang Adil dan Berorientasi Perlindungan Masyarakat

    5 Maret 20260

    Sidang Uji Materi UU Cipta Kerja, DPR Pastikan Perlindungan Pengguna Telekomunikasi

    4 Maret 20260

    Amelia Anggraini: Harus Antisipasi Dampak Geopolitik Penutupan Selat Hormuz

    4 Maret 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?