Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda ยป Pendidikan Karakter Perlu Dikembangkan di Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh
    DPR

    Pendidikan Karakter Perlu Dikembangkan di Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh

    redaksiBy redaksi22 Februari 202512 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

     Anggota Komisi V DPR RI Sofwan Dedy Ardyanto menegaskan bahwa sekolah taruna harus mampu menanamkan pendidikan karakter yang baik. Hal ini akan berdampak positif jika diterapkan dalam praktik sehari-hari di sekolah pelayaran, seperti Sekolah Politeknik Pelayaran Malahayati.

    “Selain sebagai politisi, saya juga bagian dari dunia diklat. Saat ini, kita sebagai bangsa menghadapi masalah besar dalam pendidikan karakter. Jadi, bukan hanya keterampilan yang harus diasah. Doktor dan para ahli sudah banyak, tetapi saya menaruh harapan besar pada sekolah pelayaran ini,” tegasnya saat ditemui di Sekolah Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh, Jumat (21/2/2025).

    Dalam konteks ini, Sofwan menekankan pentingnya integrasi pendidikan karakter dalam kurikulum dan praktik sehari-hari di sekolah pelayaran. Tujuannya adalah memastikan bahwa nilai-nilai dan prinsip karakter tidak hanya diajarkan secara terpisah, tetapi juga diterapkan dalam setiap aspek pembelajaran dan pengalaman taruna.

    “Hal ini dapat dilakukan melalui pengembangan program yang lebih holistik dan menyeluruh. Selain itu, diperlukan pelatihan bagi pengajar dan staf Sekolah Politeknik Pelayaran Malahayati agar dapat memahami cara terbaik mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pengajaran mereka,” ujar politisi PDI-Perjuangan ini.

    Lebih lanjut, menanggapi pandangan bahwa sekolah pelayaran dikenal dengan sistem pendidikan yang keras dan disiplin, ia menegaskan bahwa sistem tersebut tetap harus selaras dengan budaya di Aceh yang sangat kental dengan nilai-nilai Islam.

    “Meskipun saya tidak terlibat dalam pembentukan kurikulum sekolah ini, kita tetap harus memperhatikan lingkungan dan budaya tempat sekolah ini berpijak. Simbol dan tradisi merupakan bentuk edukasi tentang kultur pendidikan kita. Hal ini juga menjadi bagian dari penghormatan terhadap budaya sekitar. Kunci dari pendidikan nasional yang harus dikembangkan adalah komunikasi antar-pemangku kepentingan. Kata kuncinya adalah with the heart,” pungkasnya.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

    5 Maret 2026

    Perkuat Hubungan Dagang, BKSAP Dorong Kebijakan Bebas Visa Indonesia dan Mongolia

    5 Maret 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    PT TASPEN, THR Pensiun 2026 Pecah Rekor

    6 Maret 20260

    Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

    5 Maret 20260

    Perkuat Hubungan Dagang, BKSAP Dorong Kebijakan Bebas Visa Indonesia dan Mongolia

    5 Maret 20260

    Komitmen Komisi III Perkuat Penegakan Hukum yang Adil dan Berorientasi Perlindungan Masyarakat

    5 Maret 20260

    Sidang Uji Materi UU Cipta Kerja, DPR Pastikan Perlindungan Pengguna Telekomunikasi

    4 Maret 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?