Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Jelang Sensus Ekonomi 2026, Himmatul: Pengawasan dan Keamanan Data Harus Diperhatikan
    DPR

    Jelang Sensus Ekonomi 2026, Himmatul: Pengawasan dan Keamanan Data Harus Diperhatikan

    redaksiBy redaksi31 Januari 202512 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Wakil Ketua Komisi X, Himmatul Aliyah/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Sensus Ekonomi 2026, yang akan dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), bertujuan untuk mengumpulkan data ekonomi yang akurat dan terkini. Kegiatan statistik nasional ini dilaksanakan setiap 10 tahun sekali dan membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten serta terlatih untuk menjamin pelaksanaan sensus yang efektif dan efisien.

    Untuk memastikan hasil sensus ini berkualitas, Komisi X DPR RI yang merupakan mitra kerja BPS melakukan pengawasan terhadap persiapan sensus tersebut. Di Provinsi Bali, Wakil Ketua Komisi X, Himmatul Aliyah, menyatakan bahwa persiapan komprehensif telah dilakukan dan mengingatkan pentingnya antisipasi kebocoran data.

    “Komisi X tentunya ingin memastikan pengawasan berjalan dengan baik, termasuk memantau perekrutan SDM petugas sensus. Kami juga meminta agar semua langkah terkait pengumpulan data dilakukan dengan hati-hati, agar tidak terjadi kebocoran data sensus,” ujar Himmatul kepada medpolindo.com di Bali, Kamis (30/1/2025).

    Secara keseluruhan, kesiapan BPS Provinsi Bali dinilai cukup baik, termasuk persiapan perekrutan SDM petugas sensus, kesiapan alat, dan mekanisme sensus. “Misalnya, untuk wilayah yang sulit dijangkau, sudah dipersiapkan dengan baik, termasuk penggunaan sistem GPS untuk mendeteksi lokasi petugas dan peserta sensus,” tambahnya.

    Sebagai informasi, BPS Provinsi Bali juga memanfaatkan teknologi dalam kegiatan sensus ekonomi 2026, yakni aplikasi Smart Blok Sensus (Smart BS), yang membantu petugas mengenali batas-batas wilayah kerja mereka. Hal ini diharapkan dapat meminimalkan kemungkinan kesalahan dalam cakupan data, seperti salah cakupan, cacah ganda, atau lewat cacah.

    Selain itu, pengawasan pengumpulan data dilakukan melalui berbagai cara, baik pemeriksaan langsung ke lapangan maupun melalui monitoring berbasis teknologi, seperti Dashboard Fasih dan Smart Blok Sensus. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan sensus ekonomi 2026.

    bps DPR RI Indonesia SDM
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Setjen DPR Targetkan Nilai Reformasi Birokrasi 88,00 di 2027

    26 Februari 2026

    HNW Ingatkan Perjanjian Dagang RI–AS Berpotensi Rugikan Industri Halal Nasional

    26 Februari 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Setjen DPR Targetkan Nilai Reformasi Birokrasi 88,00 di 2027

    26 Februari 20260

    HNW Ingatkan Perjanjian Dagang RI–AS Berpotensi Rugikan Industri Halal Nasional

    26 Februari 20260

    Soedeson Tandra Minta APH Bedah Kejanggalan Bukti Medis Kasus Kematian di Lombok

    26 Februari 20260

    Pemulihan Pascabencana Banjir Sumut Harus Didukung Data Valid

    25 Februari 20260

    Edy Wuryanto Dorong THR Diberikan H-14 untuk Dongkrak Ekonomi

    25 Februari 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?