Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Tegas! DPR Minta Parlemen di Negara Asia Tagih Janji Pembiayaan Iklim dari Negara Maju
    DPR

    Tegas! DPR Minta Parlemen di Negara Asia Tagih Janji Pembiayaan Iklim dari Negara Maju

    redaksiBy redaksi13 Desember 202433 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Ketua Delegasi BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, tegas mendorong soliditas parlemen negara-negara Asia dalam menagih janji pembiayaan iklim yang sudah disepakati oleh negara maju. Upaya tersebut perlu dilakukan mengingat selama ini komitmen pendanaan iklim negara maju belum terwujud menyeluruh.

    Padahal, negara berkembang dan tertinggal menjadi pihak yang paling terdampak perubahan iklim baik dari sisi kapasitas pembangunan hingga situasi bencana.

    “Sehingga, pendekatan prinsip common but differentiated responsibilities with respective capabilities dalam implementasi Paris Agreement itu perlu ditunjukkan dengan kepemimpinan dan komitmen pembiayaan iklim dari negara maju. Dan ini adalah sebuah keharusan,” tegas Ketua Delegasi BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera dalam pertemuan Parlemen negara Asia (Asian Parliamentary Assembly/APA) Standing Committee on Sustainable Development, 7-9 Desember 2024 di Manama, Bahrain.

    Dalam keterangan kepada medpolindo.com, di Jakarta, Delegasi DPR RI bersama parlemen dari 15 negara lainnya bertemu di Bahrain untuk mendiskusikan beragam isu pembangunan berkelanjutan dengan sejumlah resolusi yang fokus pada isu energi, perubahan iklim, hingga lingkungan.

    DPR pada kesempatan ini diwakili Delegasi dari BKSAP yang terdiri dari Mardani Ali Sera (Ketua Delegasi/Ketua BKSAP/FPKS), Ravindra Airlangga (Anggota Delegasi/Wakil Ketua BKSAP/F-Partai Golkar), Stevano Adranacus (Anggota Delegasi/Anggota BKSAP/F-PDIP), dan Galih Dimuntur Kartasasmita (Anggota Delegasi/Anggota BKSAP/F-Partai Golkar).

    Salah satu upaya yang dilakukan adalah adalah dengan mengusulkan penegasan komitmen pembiayaan iklim dari negara maju untuk negara berkembang dan tertinggal yang kembali dijanjikan meningkat hingga US$300 miliar pertahun dari sebelumnya US$100 miliar per tahun pada 2035. Hasil keluaran COP ke-29 di Baku Azerbaijan yakni Baku Climate Unity Pact perlu disambut oleh APA dan menjadi bagian resolusi isu lingkungan (Resolution on Environmental Issues).

    “Dokumen kesepakatan Konferensi Negara Pihak UNFCCC ke-29 perlu dipahami oleh parlemen negara-negara Asia yang bergabung di APA. Sehingga kita dapat persisten dan berkelanjutan mendesak peran terdepan negara maju dalam menangani dampak perubahan iklim,” usul Politisi Fraksi PKS ini.

    Dalam resolusi isu lingkungan, Mardani menambahkan ada banyak hal yang memerlukan peran terdepan dan kepemimpinan dari negara maju. Terlebih hal-hal tersebut telah termaktub dalam Perjanjian Paris. “Sebagai contoh adalah terkait gaya hidup berkelanjutan dan pola berkelanjutan dari konsumsi dan produksi yang menurut Perjanjian Paris pelaksanaannya perlu mendapatkan contoh dari negara maju,” sarannya dalam resolusi dimaksud.

    DPR RI menyoroti tiga hal dalam pembahasan resolusi isu lingkungan di APA. Ketiga hal tersebut adalah komitmen negara maju dalam pembiayaan iklim, perlunya upaya untuk memberi contoh (lead by example) serta perlunya integrasi demokrasi lingkungan hidup yang merupakan bagian dari Prinsip 10 Deklarasi Rio dalam proses legislasi dan kebijakan.

    UNEP Adaptation Gap Report 2023 mencatat berdasarkan kebutuhan, estimasi dana yang diperlukan untuk adaptasi berada di kisaran US$ 215 miliar hingga US$ 387 miliar per tahun. Namun, data menemukan sekira rentang US$ 194 – US$ 366 miliar per tahun merupakan catatan kesenjangan pembiayaan iklim khususnya adaptasi. 

    DPR RI Indonesia unfccc
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Momentum Lebaran, Lamhot Sinaga Dorong Ekonomi Daerah Melalui Wisata Domestik

    23 Maret 2026

    Banyak Warga Main Hakim Sendiri, Komisi III: Aparat Cepat Tanggap Dong!

    23 Maret 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Momentum Lebaran, Lamhot Sinaga Dorong Ekonomi Daerah Melalui Wisata Domestik

    23 Maret 20262

    Banyak Warga Main Hakim Sendiri, Komisi III: Aparat Cepat Tanggap Dong!

    23 Maret 20263

    Aher Apresiasi Penundaan Rencana Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza

    22 Maret 20263

    Masyarakat Harus Tetap Tenang Berlebaran di Tengah Ancaman Krisis Global

    20 Maret 20263

    Idulfitri 1447H Momentum Perkuat Ketangguhan Perempuan dan Ekonomi Keluarga

    20 Maret 20263
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?