Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Konferensi Parlemen Regional Asia Pasifik Fokus Sosialisasi dan Implementasi IHR
    DPR

    Konferensi Parlemen Regional Asia Pasifik Fokus Sosialisasi dan Implementasi IHR

    redaksiBy redaksi3 Desember 202442 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Mardani Ali Sera./Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI turut berpartisipasi dalam Konferensi Parlemen Regional Asia Pasifik yang bertema Global Health Security. Ketua BKSAP DPR RI, Mardani Ali Sera, menjelaskan bahwa konferensi ini menitikberatkan pada sosialisasi dan implementasi International Health Regulations (IHR) yang telah diamendemen pada 2024.


    Menurut Mardani, protokol IHR sebelumnya menunjukkan sejumlah kekurangan yang terlihat selama pandemi Covid-19. “Makanya diamendemen pada Juni 2024, dan sekarang sedang disosialisasikan kepada eksekutif, legislatif, serta NGO. Protokol ini mencakup langkah-langkah menghadapi masalah kesehatan global, termasuk pandemi dan perubahan iklim,” ujar Mardani kepada Parlementaria di Bangkok, Senin (2/12/2024).


    Mardani menambahkan bahwa Indonesia mendapat kesempatan berharga untuk berdiskusi dengan para ahli berkompeten, seperti perwakilan dari WHO, IMO, pakar kesehatan, serta delegasi negara-negara Asia Pasifik. “Termasuk Thailand, Kamboja, Laos, Brunei, Filipina, Mikronesia. Kita juga diundang untuk berbagi pengalaman,” kata politisi Fraksi PKS tersebut.


    Sebagai narasumber dalam sesi kedua bertema Leveraging Parliamentary Function for Health Security Preparedness, Mardani memaparkan respons Indonesia terhadap pandemi Covid-19. Ia menyoroti pentingnya legislasi yang fleksibel dalam menghadapi situasi darurat, terutama karena pandemi seperti Covid-19 datang tanpa terduga.


    “Dulu ada flu Spanyol atau wabah hitam, tetapi sekarang kita bersyukur memiliki lingkungan dan infrastruktur yang mendukung kolaborasi antara pemerintah, parlemen, masyarakat, dan pakar untuk membangun ketahanan terbaik. Termasuk untuk menghadapi pandemi atau bencana terkait perubahan iklim,” jelasnya.


    Mardani juga menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan IHR bergantung pada kesiapan infrastruktur di lapangan. “Seperti kata pepatah, evil is in the detail. Masalah seperti jumlah tempat tidur, dokter, dan perawat yang tidak merata menjadi tantangan. Oleh karena itu, perlu inisiatif dari pemerintah daerah untuk memastikan infrastruktur kesehatan memadai, sehingga prinsip sedia payung sebelum hujan dapat diterapkan,” ujar Mardani.


    Ia berharap Indonesia bersama negara-negara peserta lainnya dapat menjadi salah satu yang terbaik dalam mempersiapkan diri menghadapi kerentanan dan ketidakpastian di masa depan. “Dengan kesiapan legislasi, masyarakat, pemerintah, dan terutama anggaran, kita bisa mengurangi dampak besar. Sebab, jika kita tidak siap, biayanya jauh lebih besar. Tetapi jika kita siap, biaya tersebut bisa ditekan,” tutup Mardani. 

    BKSAP DPR RI IHR Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Bekasi Diminta Jadi Percontohan Nasional Penegakan HAM bagi Penyandang Disabilitas Mental

    11 September 2026

    Komisi XIII Soroti Kesiapan Imigrasi Tangani WNA Terdampak Force Majeure

    11 September 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Bekasi Diminta Jadi Percontohan Nasional Penegakan HAM bagi Penyandang Disabilitas Mental

    11 September 20260

    Komisi XIII Soroti Kesiapan Imigrasi Tangani WNA Terdampak Force Majeure

    11 September 20260

    Penundaan Keberangkatan Terindikasi TPPO Jangan Berhenti sebagai Tindakan Administratif

    11 September 20260

    LPS Harus Pulihkan Kepercayaan Masyarakat terhadap Asuransi

    11 September 20260

    Komisi II Dorong Penerapan Stelsel Aktif dan Interoperabilitas Data dalam RUU Adminduk

    10 September 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?