Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Arizal Tom Liwafa: TVRI, RRI, dan Antara Harus Jemput Bola dan Lebih Relevan dengan Publik
    DPR

    Arizal Tom Liwafa: TVRI, RRI, dan Antara Harus Jemput Bola dan Lebih Relevan dengan Publik

    redaksiBy redaksi2 Desember 202422 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi VII DPR RI, Arizal Tom Liwafa/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi VII DPR RI, Arizal Tom Liwafa, menyoroti sejumlah tantangan dan peluang pengembangan media publik. Hal itu disampaikan Arizal dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Direktur Utama LPP RRI, Direktur Utama LPP TVRI, Direktur Utama Perum Lembaga Kantor Berita Nasional Antara, serta Ketua Dewan Pengawas LPP RRI dan LPP TVRI. Agenda rapat ini membahas program kerja tahun anggaran 2025.

    Dalam wawancara usai rapat, Arizal menyampaikan beberapa poin penting terkait optimalisasi peran lembaga penyiaran publik. “Media seperti TVRI, RRI, dan Antara memiliki tanggung jawab besar untuk tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. Trafik dan kualitas program mereka harus terus ditingkatkan agar bisa bersaing, bahkan menjadi media rujukan seperti BBC di Inggris,” kata Arizal kepada medpolindo.com di Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (2/12/2024).

    Arizal menegaskan perlunya inovasi dalam penyajian berita dan program. “TVRI, misalnya, harus jemput bola. Banyak program potensial seperti Panji Petualang atau acara yang berkaitan dengan olahraga dan budaya yang bisa menarik minat publik,” ujarnya.

    Namun, ia juga mengkritisi tayangan internal TVRI yang dianggap kurang menarik. “Kita harus fokus pada program-program yang bisa membangun trafik, bukan hanya tayangan internal dengan daya tarik yang minim,” tambahnya.

    Profiling Anggota DPR dan Eksposur Media

    Arizal juga menyinggung kurangnya pemberitaan tentang anggota DPR, khususnya dari Komisi VII, di media mitra seperti Antara dan RRI. “Mitra harus paham, anggota DPR itu dipilih karena memiliki sejarah popularitas dan elektoral yang tinggi. Tapi kenapa di search engine nama kita justru sulit ditemukan? Media mitra harus lebih aktif meliput kegiatan kita agar pesan-pesan legislasi sampai ke masyarakat,” tegasnya.

    Terkait anggaran, Politisi Fraksi PAN ini juga mengakui bahwa keluhan soal keterbatasan dana sering muncul dalam rapat. Namun, ia mengingatkan bahwa penambahan anggaran harus dibarengi dengan peningkatan kontribusi terhadap masyarakat. “Tidak ada masalah dengan penambahan anggaran, tapi perlu diingat ini uang negara, uang rakyat. Jangan sampai dana ditambah, tapi manfaatnya untuk masyarakat tidak terlihat,” ungkapnya.

    Arizal berharap media publik bisa lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman. “Kita butuh media yang responsif, inovatif, dan mampu menjangkau masyarakat luas. TVRI, RRI, dan Antara punya potensi besar untuk itu, tapi harus ada upaya lebih serius untuk pembenahan infrastruktur, program, dan strategi komunikasi,” tutupnya.

    Rapat ini menjadi momentum penting bagi media publik untuk merefleksikan perannya di tengah tantangan era digital, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis untuk memberikan kontribusi lebih nyata bagi masyarakat.

    Arizal Tom Liwafa DPR RI Indonesia LPP TVRI
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Bekasi Diminta Jadi Percontohan Nasional Penegakan HAM bagi Penyandang Disabilitas Mental

    11 September 2026

    Komisi XIII Soroti Kesiapan Imigrasi Tangani WNA Terdampak Force Majeure

    11 September 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Bekasi Diminta Jadi Percontohan Nasional Penegakan HAM bagi Penyandang Disabilitas Mental

    11 September 20260

    Komisi XIII Soroti Kesiapan Imigrasi Tangani WNA Terdampak Force Majeure

    11 September 20260

    Penundaan Keberangkatan Terindikasi TPPO Jangan Berhenti sebagai Tindakan Administratif

    11 September 20260

    LPS Harus Pulihkan Kepercayaan Masyarakat terhadap Asuransi

    11 September 20260

    Komisi II Dorong Penerapan Stelsel Aktif dan Interoperabilitas Data dalam RUU Adminduk

    10 September 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?