Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Penguatan Standarisasi Produk Dorong IKM Jangkau Pasar Internasional
    DPR

    Penguatan Standarisasi Produk Dorong IKM Jangkau Pasar Internasional

    redaksiBy redaksi21 November 202432 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menyoroti bahwa upaya memperkuat standarisasi produk dapat mendorong industri kecil dan menengah (IKM) di daerah untuk memperluas pasar produk yang mereka hasilkan.

    Chusnunia Chalim menjelaskan bahwa potensi IKM di Lampung sangat besar, tidak hanya untuk pasar domestik, tetapi juga untuk pasar internasional. “Peluang-peluang dari IKM ini sangat banyak, termasuk dengan bangkitnya sektor pariwisata pasca-pandemi dan peluang untuk menembus pasar global. Namun, untuk mencapai itu semua, kita harus memaksimalkan potensi IKM, termasuk standarisasi produk,” ungkap Chusnunia usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Bandar Lampung, Kamis (21/11/2024).

    Selain itu, politisi Fraksi PKB ini juga mencermati pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan IKM, terutama dalam hal kemudahan perizinan dan standarisasi produk. “Peran pemerintah daerah sangat signifikan untuk mendukung IKM agar bisa berproduksi maksimal. Misalnya, dalam hal kemudahan perizinan, standar halal, kebersihan, dan lainnya. Tanpa dukungan administrasi yang baik, banyak IKM yang kesulitan,” jelasnya.

    Namun, Chusnunia juga mengakui adanya tantangan besar bagi IKM di Indonesia, terutama dalam hal pengemasan dan limbah produksi. “Tantangan terbesar bagi IKM di seluruh Indonesia adalah pengemasan. Meskipun produk sudah ramah lingkungan dan sehat, masalah pengemasan masih menjadi kendala besar. Begitu juga dengan pengolahan limbah yang kadang masih belum dikelola dengan baik,” tambahnya.

    Dalam kunjungan tersebut, Chusnunia melihat bahwa sebagian besar IKM di Lampung, seperti yang dilakukan oleh Shamiya, salah satu IKM bidang pangan beku, sudah menjaga kualitas bahan baku dan proses produksi dengan baik. Namun, tantangan seperti permodalan, administrasi, dan keberlanjutan produksi tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

    “Secara umum, Shamiya tidak menghadapi masalah permodalan. Namun, bagi IKM pada umumnya, masalah permodalan masih menjadi hambatan besar. Selain itu, administrasi dan perizinan juga perlu dibenahi untuk memperlancar proses produksi dan pemasaran,” tambah Chusnunia.

    Menurutnya, pengembangan IKM di Indonesia juga harus diiringi dengan inovasi dalam pengemasan yang ramah lingkungan dan biaya yang terjangkau, serta perhatian pada keberlanjutan bahan baku yang sering dipengaruhi oleh faktor musim. “Keberlanjutan produk IKM sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku yang terjamin, serta komitmen dari pelaku IKM untuk terus berproduksi secara konsisten,” pungkasnya.

    Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas dan daya saing IKM di Provinsi Lampung serta memberikan masukan konstruktif bagi kebijakan yang mendukung sektor IKM di tingkat nasional.

    Chusnunia Chalim DPR RI IKM Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Syamsu Rizal: Pemerataan Akses Digital 3T Dipacu Lewat Teknologi LEO dan VSAT

    29 November 2025

    Kereta Cepat Harus Berdampak ke Rakyat Kecil! Roberth Rouw Minta Pemerintah Sediakan Kereta Reguler di Karawang, Layani Segmen Masyarakat Kecil

    29 November 2025
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Syamsu Rizal: Pemerataan Akses Digital 3T Dipacu Lewat Teknologi LEO dan VSAT

    29 November 20250

    Kereta Cepat Harus Berdampak ke Rakyat Kecil! Roberth Rouw Minta Pemerintah Sediakan Kereta Reguler di Karawang, Layani Segmen Masyarakat Kecil

    29 November 20250

    DPR Soroti Lahan di Area Penyangga Borobudur, Pembatasan Pembangunan Sulit Karena Status Kepemilikan Lahan Beragam

    29 November 20250

    Tol Manado–Bitung Jadi Sorotan Karena Tarif Kemahalan, Masyarakat Balik ke Jalan Nasional

    28 November 20250

    Natuna Gerbang Perbatasan Belum Punya Tata Ruang Jelas! DPR Desak Sertifikasi Lahan Transmigrasi Dipercepat

    28 November 20250
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2025 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?