Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » M. Husni: Mitigasi Tepat untuk Hadapi Bencana Hidrometeorologi di Bogor
    DPR

    M. Husni: Mitigasi Tepat untuk Hadapi Bencana Hidrometeorologi di Bogor

    redaksiBy redaksi21 November 2024132 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi VIII DPR RI, M. Husni/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi VIII DPR RI, M. Husni, menyoroti tingginya risiko bencana hidrometeorologi di Kota Bogor yang disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi. Husni menekankan pentingnya penyusunan strategi mitigasi berbasis penelitian mendalam untuk mengurangi dampak bencana tersebut.

    “Di Kota Bogor, kita perlu melakukan penelitian mendalam. Jangan setiap kali terjadi longsor atau pergeseran tanah, kita hanya turun untuk memberikan bantuan. Pekerjaan seperti itu hanya akan mengulang pola yang sama. Penelitian yang mendalam harus dilakukan agar tingkat kerusakan dan kerugian akibat bencana alam dapat diminimalkan,” ujar Husni dalam Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) ke Kota Bogor, Rabu (20/11/2024).

    Politisi dari Fraksi Gerindra ini juga mengapresiasi kerja sama antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor. Menurut Husni, kedua lembaga tersebut telah menunjukkan respons yang cepat dalam menangani bencana di wilayah tersebut.

    “Kerja sama antara BNPB dan BPBD sudah sangat baik. Setiap ada kejadian bencana, BNPB langsung menyalurkan bantuan. Contohnya saat terjadi longsor, BNPB membangun rumah bagi korban longsor di Kota Bogor,” jelas Husni.

    Meskipun demikian, Husni menekankan bahwa BPBD di wilayah-wilayah rawan bencana lainnya juga harus memperkuat koordinasi dengan BNPB, terutama mengingat saat ini telah memasuki musim penghujan yang berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

    “BNPB telah bergerak cepat dalam menangani bencana. Namun, perlu diingat, faktor penyebab kerusakan tidak hanya berasal dari alam, tetapi juga dari aktivitas manusia. Oleh karena itu, masyarakat juga harus lebih patuh dalam menjalankan mitigasi bencana,” tegas Husni.

    Ia berharap pemerintah pusat dan daerah dapat terus meningkatkan upaya mitigasi bencana, termasuk melalui edukasi masyarakat, pembangunan infrastruktur penanggulangan bencana, serta penerapan kebijakan yang berbasis data dan riset. 

    BPBD DPR RI Indonesia M. Husni
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Bekasi Diminta Jadi Percontohan Nasional Penegakan HAM bagi Penyandang Disabilitas Mental

    11 September 2026

    Komisi XIII Soroti Kesiapan Imigrasi Tangani WNA Terdampak Force Majeure

    11 September 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Bekasi Diminta Jadi Percontohan Nasional Penegakan HAM bagi Penyandang Disabilitas Mental

    11 September 20260

    Komisi XIII Soroti Kesiapan Imigrasi Tangani WNA Terdampak Force Majeure

    11 September 20260

    Penundaan Keberangkatan Terindikasi TPPO Jangan Berhenti sebagai Tindakan Administratif

    11 September 20260

    LPS Harus Pulihkan Kepercayaan Masyarakat terhadap Asuransi

    11 September 20260

    Komisi II Dorong Penerapan Stelsel Aktif dan Interoperabilitas Data dalam RUU Adminduk

    10 September 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?