Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Puan Dorong Pendampingan Psikologi Bagi Anak-Anak Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
    DPR

    Puan Dorong Pendampingan Psikologi Bagi Anak-Anak Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

    redaksiBy redaksi20 November 202442 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani./Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani mendorong Pemerintah untuk memberi perhatian lebih dalam hal pendampingan psikologis bagi anak-anak pengungsian erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, NTT. Ia menekankan pentingnya hak anak yang harus dilindungi meski dalam keadaan bencana.

    “Saya menyampaikan keprihatinan atas kondisi anak-anak di pengungsian Lewotobi. Kita harus pahami beban dan kesedihan mereka yang harus jauh dari rumah, belum lagi bagi yang kehilangan keluarga,” kata Puan Maharani dalam keterangan tertulis yang diterima medpolindo.com, di Jakarta, Rabu (20/11/2024).

    “Para pengungsi membutuhkan dukungan pendampingan psikologis, khususnya seperti anak-anak dan perempuan yang menjadi kelompok paling rentan terdampak bencana,” lanjut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

    Puan pun menyoroti video viral yang memperlihatkan momen haru ketika sejumlah anak-anak korban erupsi Gunung Lewotobi menyanyikan lagu “Rindu Rumah” sambil berlinang air mata. Mereka diketahui merupakan siswa SDN Bawalatang di Desa Nawokote yang sedang berada di pengungsian.

    Menurut Mantan Menko PMK itu, apa yang dirasakan anak-anak ini sungguh nyata. Ia turut bersedih atas kesedihan yang dialami para pengungsi akibat kehilangan rumah dan lingkungan kesehariannya, khususnya anak-anak yang relatif lebih peka dan sensitif.

    “Saya yakin apa yang mereka tampilkan itu sebuah ketulusan dan cerminan kerinduan mendalam mereka terhadap tempat tinggal yang telah hilang,” jelas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

    Oleh karenanya, Puan meminta Pemerintah bersama seluruh stakeholder terkait untuk memprioritaskan kebutuhan yang menjadi hak dan aspek perlindungan anak. Termasuk, kata Puan, dari sisi kesehatan mental karena mereka berhak mendapatkan perhatian dan dukungan penuh untuk memulihkan kondisi psikologis mereka.

    “Pemerintah perlu memprioritaskan kesehatan mental anak-anak korban erupsi, agar mereka dapat beradaptasi kembali dan mendapatkan masa depan yang lebih baik. Hak-hak anak harus dilindungi,” pungkasnya. 

    DPR RI Indonesia Puan Maharani
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Ketergantungan Impor, Komisi IV Akselerasikan RUU Peternakan dan Kesehatan Hewan

    13 April 2026

    Amelia Anggraini Dorong Sanksi Keras untuk Israel Usai Insiden TNI di Lebanon

    13 April 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Ketergantungan Impor, Komisi IV Akselerasikan RUU Peternakan dan Kesehatan Hewan

    13 April 20260

    Amelia Anggraini Dorong Sanksi Keras untuk Israel Usai Insiden TNI di Lebanon

    13 April 20260

    Peningkatan Kesejahteraan Guru Honorer yang Lama Mengabdi Harus Dipercepat

    13 April 20260

    Lembaga Pembiayaan Diminta Fokus Tangkap Peluang Pasar UMKM

    12 April 20260

    Merespons Usulan Kenaikan BBM, APBN Kokoh Berikan Subsidi dan Jadi Shock Absorber

    12 April 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?