Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Pemeriksaan Kesehatan Jemaah Lebih Penting daripada Pelunasan
    DPR

    Pemeriksaan Kesehatan Jemaah Lebih Penting daripada Pelunasan

    redaksiBy redaksi14 November 202452 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi VIII DPR RI Satori/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Para calon jemaah haji Indonesia diimbau menjaga kesehatan fisiknya jelang musim haji tahun 2025. Untuk itu, Pemerintah Indonesia juga diharapkan mementingkan pemeriksaan kesehatan calon jemaah daripada pelunasan biaya hajinya. Bila sudah dinyatakan sehat baru bisa melunasi sisa biaya haji.



    “Sekarang pelunasan haji itu tidak berharap pelunasan dulu, tapi pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Setelah dinyatakan sehat kemudian baru bisa melunasi untuk pelunasan hajinya. Tetapi kalau dinyatakan tidak sehat, maka tidak bisa melunasi haji, karena dianggap belum istitoah, belum mampu melaksanakan ibadah haji,” jelas Anggota Komisi VIII DPR RI Satori kepada medpolindo.com di Kanwil Kemenag Jateng, di Semarang, Rabu (13/11).



    Jateng sendiri, lanjut politisi Partai Nasdem ini, mendapat kuota haji 30.377 jemaah yang terdiri dari jemaah haji sesuai nomor urut sebanyak  28.510. Kemudian ada lagi jemaah haji lansia sebanyak 1.519 ditambah petugas haji daerah ada 258 orang dan pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) sebanyak 90 pembimbing.



    Satori mengimbau agar pembimbing haji betul-betul memiliki kualitas yang tinggi dalam penguasaan medan dan keilmuan soal haji. Legislator Jabar VIII mengungkapkan, ternyata banyak juga pembimbing haji yang belum pernah.berangkat haji.

    “Banyak sekali pembimbingnya sendiri belum pernah berangkat haji. Ini, kan, jadi kontra produktif. Walaupun belum berangkat haji, maka baik petugas haji daerah ataupun petugas non kloter, semuanya harus dipersiapkan,” kilahnya. 

    Anggota Komisi VIII DPR RI Satori DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Bekasi Diminta Jadi Percontohan Nasional Penegakan HAM bagi Penyandang Disabilitas Mental

    11 September 2026

    Komisi XIII Soroti Kesiapan Imigrasi Tangani WNA Terdampak Force Majeure

    11 September 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Bekasi Diminta Jadi Percontohan Nasional Penegakan HAM bagi Penyandang Disabilitas Mental

    11 September 20260

    Komisi XIII Soroti Kesiapan Imigrasi Tangani WNA Terdampak Force Majeure

    11 September 20260

    Penundaan Keberangkatan Terindikasi TPPO Jangan Berhenti sebagai Tindakan Administratif

    11 September 20260

    LPS Harus Pulihkan Kepercayaan Masyarakat terhadap Asuransi

    11 September 20260

    Komisi II Dorong Penerapan Stelsel Aktif dan Interoperabilitas Data dalam RUU Adminduk

    10 September 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?