Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Komisi IX dan BPOM Lakukan Sampling Bahan Pangan di Pasar Jambu Dua Bogor
    DPR

    Komisi IX dan BPOM Lakukan Sampling Bahan Pangan di Pasar Jambu Dua Bogor

    redaksiBy redaksi7 November 202452 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi IX DPR RI, Ravindra Airlangga,/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Komisi IX DPR RI bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan kunjungan kerja spesifik ke Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, Jawa Barat. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan keamanan pangan masyarakat melalui sampling dan pengecekan kandungan bahan kimia berbahaya dalam bahan pangan yang beredar.


    Anggota Komisi IX DPR RI, Ravindra Airlangga, bersama tim BPOM melakukan pemeriksaan terhadap berbagai bahan pangan yang dijual di pasar tersebut. “Hasil pengecekan menunjukkan bahwa semua bahan tambahan pangan yang diuji telah memenuhi standar keamanan yang ditetapkan BPOM. Bahkan, terdapat tren positif dengan penurunan persentase bahan pangan yang mengandung senyawa kimia terlarang, dari 9% menjadi 7%,” ujar Ravindra dalam kegiatan kunjungan di Pasar Jambu Dua, Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/11/2024).


    Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini juga menyoroti pentingnya penggunaan bahan pengawet yang legal dan aman. “Masih banyak pelaku usaha yang menggunakan bahan pengawet ilegal seperti formalin dan boraks, padahal tersedia alternatif pengawet yang lebih aman dan ekonomis, seperti benzoat. Penyuluhan kepada pelaku usaha mengenai penggunaan bahan kimia yang diperbolehkan sangat penting untuk meningkatkan keamanan pangan,” tambahnya.


    Dalam inspeksi tersebut, BPOM juga menemukan produk minyak telon yang terkontaminasi bahan berbahaya. Temuan ini akan ditindaklanjuti untuk memastikan produk yang beredar aman bagi masyarakat.


    Ravindra berharap tren penurunan bahan pangan yang mengandung zat berbahaya dapat terus dipertahankan. “Tidak hanya di Jawa Barat, tetapi di seluruh Indonesia. Peningkatan kesadaran tentang keamanan pangan diharapkan dapat menjamin kesehatan masyarakat dan memberikan rasa aman dalam mengonsumsi produk pangan yang tersedia di pasar. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat lebih percaya diri dalam memilih bahan pangan yang aman dan berkualitas,” jelasnya.

    BPOM DPR RI Ravindra Airlangga
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 2026

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 20260

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 20260

    PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun, Negara Diminta Sediakan Anggaran Pendidikannya

    4 Mei 20260

    Rumah Bilik Bambu di Tengah Kota, Sarifah Perjuangkan Bedah Rumah untuk Konstituen

    4 Mei 20260

    Waka DPR Apresiasi Sanimas, Bantu Akses Sanitasi Masyarakat

    4 Mei 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?