Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Persoalan Struktural Sebabkan Profesi Petani dan Nelayan Selalu Dihantui Kemiskinan
    DPR

    Persoalan Struktural Sebabkan Profesi Petani dan Nelayan Selalu Dihantui Kemiskinan

    redaksiBy redaksi6 November 202452 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi IV DPR RI Rokhmin Dahuri/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi IV DPR RI Rokhmin Dahuri menyebut kantong-kantong kemiskinan masih menghantui di profesi petani, nelayan, dan guru. Padahal, indikator keberhasilan kinerja (key performance indicator/KPI) Kementerian Pertanian adalah kesejahteraan petani. Menurutnya, hal tersebut karena persoalan struktural yang terjadi di Indonesia

    “Saya lihat itu problem struktural karena menurut data dari BPS bahwa jumlah petani gurem terutama sawah itu masih juga 60 persen. Jadi, lahan usaha padi sawah terutama di Jawa yang (luasnya) di bawah 0,5 (hektar) itu ada sekitar 60 persen pak, di Indramayu, Cirebon, Subang,” jelas Rokhmin dalam Raker Komisi IV DPR RI dengan kementerian Pertanian di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (5/11/2024)

    Karena itu, ia mempertanyakan upaya Mentan untuk menjawab problem struktural yang sejak zaman Orde Baru sampai sekarang tidak pernah terselesaikan itu.

    “Waktu saya SD sampai SMP di Cirebon tuh usaha pertanian masih satu hektar rata-rata. Tapi saat ini makin menurun hektare yang dimiliki petani. Jadi siapapun menterinya, kalau lahan usaha padi sawah itu hanya 0.4 hektar, itu incomenya hanya 1,5 juta Pak. Jadi, bagaimana menyelesaikan permasalahan sebagai menteri mengenai skala ekonomi yang tidak terpenuhi oleh padi sawah?,” tanyanya.

    Menanggapi pertanyaan itu, Mentan Amran menyebut ada kekeliruan yang terjadi di Kementerian Pertanian (Kementan) pada pemerintahan terdahulu, di mana program swasembada dijalankan tidak dalam satu komando. Menurut dia, adanya egosektoral menyebabkan program swasembada pangan yang telah direncanakan menjadi gagal.

    Hal lain yang menyebabkan program swasembada pangan di era sebelumnya tidak bisa berjalan baik, menurut Amran, adalah karena adanya masalah di sektor perpupukan. Dia pun merasa beruntung karena kini masalah pupuk sudah bisa diselesaikan dengan baik.

    Lebih jauh. Amran juga menyampaikan bahwa alat dan mesin pertanian (alsintan) juga punya peran sangat penting untuk menyukseskan program swasembada pangan di Indonesia. Dia menegaskan, alsintan saat ini telah diperbarui ke teknologi yang jauh lebih modern. 

    DPR RI Kementerian Pertanian (Kementan) Rokhmin Dahuri
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

    5 Maret 2026

    Perkuat Hubungan Dagang, BKSAP Dorong Kebijakan Bebas Visa Indonesia dan Mongolia

    5 Maret 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    PT TASPEN, THR Pensiun 2026 Pecah Rekor

    6 Maret 20260

    Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

    5 Maret 20260

    Perkuat Hubungan Dagang, BKSAP Dorong Kebijakan Bebas Visa Indonesia dan Mongolia

    5 Maret 20260

    Komitmen Komisi III Perkuat Penegakan Hukum yang Adil dan Berorientasi Perlindungan Masyarakat

    5 Maret 20260

    Sidang Uji Materi UU Cipta Kerja, DPR Pastikan Perlindungan Pengguna Telekomunikasi

    4 Maret 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?