Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Dukung Astacita Presiden, Herbal Tradisional Harus Masuk dalam Program Hilirisasi SDA BPOM
    DPR

    Dukung Astacita Presiden, Herbal Tradisional Harus Masuk dalam Program Hilirisasi SDA BPOM

    redaksiBy redaksi29 Oktober 202432 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi saat mengikuti Rapat Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga di Gedung Nusantara I./Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Komisi IX DPR RI periode 2024-2029 menggelar Rapat Dengar Pendapat perdana dengan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Selasa (29/10/2024) di Gedung DPR, Jakarta. Salah satu agenda rapat tersebut adalah penjelasan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengenai Visi dan Misi Presiden RI di bidang pengawasan obat dan makanan.

    Anggota komisi IX DPR RI, Nurhadi sempat mempertanyakan upaya BPOM dalam merealisasikan Astacita presiden pada poin 5 terutama terkait dengan  pengelolaan sumber daya alam terutama bidang Herbal Tradisional.

    “Di Astacita Presiden RI poin nomor 5 menjelaskan tentang melanjutkan dan mengembangkan Hilirisasi Sumber Daya Alam untuk meningkatkan nilai tambah. Terkait hal itu, saya menegaskan bahwa faktanya kita masih tidak merdeka terkait pengelolaan sumber daya alam terutama bidang herbal tradisional yang notabene berasal dari alam,” tutur Politisi Fraksi Partai NasDem itu dalam keterangan resmi yang diterima medpolindo.com di Jakarta, Selasa (29/10/2024).

    Nurhadi menyoroti hal tersebut lantaran belum ada regulasi yang pasti untuk mengatur herbal dan penggunaanya. Hal tersebut dinilai miris, terlebih menurutnya Indonesia memiliki potensi tanaman herbal yang besar dengan varian yang beragam.

    “Hal ini kan bagi saya kekeliruan. Karena seperti yang kita tahu bahwa negara kita adalah negara penghasil herbal terbanyak. Ada ribuan jenis herbal yang ada di Indonesia dan tidak ditemukan di negara lain tapi regulasi yang ketat mengatur hal itu tidak ada,” lanjutnya.

    Lebih lanjut, legislator Dapil Jawa Timur VI ini berharap bahwa ke depan dapat dilakukan evaluasi secara mendalam untuk penerapan Astacita Presiden, terutama yang berkaitan dengan BPOM. Ia juga berharap agar BPOM dapat menghasilkan langkah konkret untuk meningkatkan perlindungan konsumen serta kepercayaan masyarakat terhadap produk dalam negeri.

    “Harapan saya tolong evaluasi kembali untuk penerapan Astacita Presiden oleh BPOM serta tak lupa mengucapkan terima kasih atas perhatian dan atas kerja kerja BPOM selama ini untuk tetap berkomitmen, untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak,” tutupnya.

    BPOM DPR RI Nurhadi
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Petugas TNI/Polri Ditambah Dua Kali Lipat, Dini Rahmania: Harus Skema Khusus, Jangan Kurangi Kuota Petugas Haji!

    19 Januari 2026

    Dukung KLH Gugat 6 Perusahaan Pemicu Banjir Sumatra, Ateng Sutisna: Mereka Punya Utang Ekologis kepada Rakyat!

    19 Januari 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    GoTo Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Mitra Lewat BPJS Hingga Bursa Kerja

    28 Januari 20264

    Petugas TNI/Polri Ditambah Dua Kali Lipat, Dini Rahmania: Harus Skema Khusus, Jangan Kurangi Kuota Petugas Haji!

    19 Januari 20260

    Dukung KLH Gugat 6 Perusahaan Pemicu Banjir Sumatra, Ateng Sutisna: Mereka Punya Utang Ekologis kepada Rakyat!

    19 Januari 20260

    Sampaikan Empati Mendalam, Mori Hanafi: Fasilitas Bandara Mewah Tak Berarti Tanpa Jaminan Keamanan Penumpang!

    18 Januari 20260

    Tuntutan Publik Era Digital ‘Luar Nalar’, Aria Bima: Kantor Pertanahan Tak Bisa Lagi Pakai Cara Konservatif!

    18 Januari 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?