Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda ยป Diplomasi Parlemen Berperan Penting Dukung Diplomasi Luar Negeri RI
    DPR

    Diplomasi Parlemen Berperan Penting Dukung Diplomasi Luar Negeri RI

    redaksiBy redaksi17 Januari 202403 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Sesuai amanat UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3, Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI melaksanakan mandat diplomasi parlemen untuk mendukung pemerintah dalam melaksanakan politik luar negeri. Karena itu, BKSAP DPR RI memiliki peran penting dalam mendukung implementasi kebijakan luar negeri RI yang dijalankan Kementerian Luar Negeri.


    “Jadi FGD tentang kinerja diplomasi Indonesia ini adalah  bagian dari komitmen bahwa dalam soal kepentingan nasional, maka Pemerintah dan Parlemen, kita tentu harus sejalan menjalankan diplomasi negara, dan diplomasi parlemen ini adalah bagian yang penting dan focal point-nya memang berada di BKSAP dalam mendukung diplomasi negara kita, mendukung diplomasi Pemerintah,” ucap Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon.

    “… diplomasi parlemen ini adalah bagian yang penting dan focal point-nya memang berada di BKSAP dalam mendukung diplomasi negara kita, mendukung diplomasi Pemerintah,”


    Hal itu ia ungkapkan saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) Kinerja Diplomasi Indonesia: Catatan BKSAP dan Paparan Kemlu RI tentang Proyeksi Diplomasi Indonesia Tahun 2024, di Bogor, Selasa (16/1/2024).


    Lebih lanjut, Fadli pun menjelaskan, adanya FGD ini merupakan pertemuan yang secara reguler dilakukan setiap tahunnya, dengan tujuan untuk melihat tantangan di tahun mendatang dan mengevaluasi setahun sebelumnya terhadap agenda-agenda yang telah dilakukan.


    Oleh karenanya, dirinya pun memaparkan hal-hal apa saja yang telah BKSAP DPR RI lakukan di tahun 2023 dalam forum-forum internasional, regional, maupun multilateral terkait dengan diplomasi parlemen yang mendukung diplomasi negara Indonesia.


    “Termasuk hal-hal yang spesifik, misalnya diplomasi ekonomi, diplomasi terkait misalnya dengan sawit kita, terkait dengan nikel oar dengan Parlemen Uni Eropa, soal Palestina, soal Rohingya Myanmar, kemudian soal isu-isu kawasan baik itu terkait dengan keamanan, perubahan iklim, anti korupsi, good government dan lain-lain. Jadi memang BKSAP ini harus mencakup dengan seluruh bidang yang terkait dengan diplomasi tadi multilateral regional dan internasional,” paparnya.


    Fadli pun berharap melalui pertemuan ini, terdapat penguatan sinergitas antara BKSAP DPR RI dengan Kementerian Luar Negeri, mengingat tahun ini akan ada beberapa event yang akan dilaksanakan dan DPR RI menjadi tuan rumah dari penyelenggaraan event tersebut, salah satunya adalah forum Parliamentary Session at 10th World Water Forum pada bulan Mei 2024 ini.


    “DPR juga akan menjadi tuan rumah World Water Forum dari sisi parlemen pada bulan mei, kemudian Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership (IPPP) yang kedua dengan negara-negara pasifik selatan pada bulan agustus, dan kita berharap akan terus bekerjasama,” tandasnya.


    Fadli pun menambahkan, memasuki tahun 2024, BKSAP DPR RI akan terus meningkatkan komitmennya dalam memperkuat diplomasi parlemen untuk mendukung pelaksanaan politik luar negeri RI sesuai dengan UUD 1945 dan kepentingan nasional.


    DPR RI juga akan terus berpartisipasi aktif dalam forum organisasi antar-parlemen di tingkat regional dan internasional. Tujuannya adalah untuk meningkatkan posisi tawar (leverage) dan kredibilitas Indonesia di dunia internasional. 


    “Melalui forum-forum, kita akan terus mengupayakan kemerdekaan Palestina, resolusi konflik Rusia-Ukraina, mendorong pemulihan situasi di Myanmar, serta melakukan upaya-upaya diplomasi untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, ekonomi hijau, penguatan demokrasi, pemberantasan korupsi, kerjasama pendidikan, kebudayaan, pariwisata dan lain sebagainya,” tuturnya.


    Dalam konteks diplomasi di kawasan Pasifik, DPR RI juga akan melanjutkan dan memperkuat engagement kita dengan parlemen negara-negara Pasifik dengan menggelar IPPP kedua. Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan pada kira-kira bulan Agustus 2024.


    “Forum ini diharapkan dapat meningkatkan kemitraan Indonesia-Pasifik yang menguntungkan dan juga terus berkontribusi pada upaya menjaga stabilitas keamanan dan perdamaian kawasan melalui meningkatkan kerja sama kemitraan di bidang ekonomi, lingkungan hidup dan sosial budaya,” tutupnya.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Momentum Lebaran, Lamhot Sinaga Dorong Ekonomi Daerah Melalui Wisata Domestik

    23 Maret 2026

    Banyak Warga Main Hakim Sendiri, Komisi III: Aparat Cepat Tanggap Dong!

    23 Maret 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Momentum Lebaran, Lamhot Sinaga Dorong Ekonomi Daerah Melalui Wisata Domestik

    23 Maret 20261

    Banyak Warga Main Hakim Sendiri, Komisi III: Aparat Cepat Tanggap Dong!

    23 Maret 20261

    Aher Apresiasi Penundaan Rencana Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza

    22 Maret 20261

    Masyarakat Harus Tetap Tenang Berlebaran di Tengah Ancaman Krisis Global

    20 Maret 20261

    Idulfitri 1447H Momentum Perkuat Ketangguhan Perempuan dan Ekonomi Keluarga

    20 Maret 20261
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?