Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda ยป Lisda Hendrajoni Sayangkan Maraknya Perundungan di Lingkungan Sekolah
    DPR

    Lisda Hendrajoni Sayangkan Maraknya Perundungan di Lingkungan Sekolah

    redaksiBy redaksi6 Oktober 202332 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Jagad maya baru-baru ini dikagetkan dengan viralnya video perundungan yang dilakukan siswa baik SD/SMP/SMA yang dilakukan di lingkungan sekolah. Melihat hal tersebut, Anggota Komisi X DPR RI Lisda Hendrajoni menyayangkan maraknya perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah dengan anak sebagai pelaku utamanya.

    “Tentunya kita sangat prihatin ya, kalau kita melihat sekarang mungkin karena memang melihat di media sosial, artinya dari seluruh apapun yang terjadi ini cepat sekali kita tahu. Tapi jangan-jangan ini juga sudah terjadi beberapa tahun yang lalu kita belum tahu juga gitu ya,” ujarnya kepada Parlementaria di sela Kunjungan Kerja Komisi X di Malang, Rabu (5/10/2023).

    Menurut Politisi Fraksi Partai NasDem ini, perundungan di lingkungan sekolah harus dilihat dari dua faktor, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Dari faktor internal, perundungan oleh anak bisa terjadi akibat pola pengasuhan dan aspek jati diri yang dimiliki oleh anak.

    Sedangkan dari faktor eksternal, lingkungan sekolah, pergaulan hingga media sosial dapat menjadi pemicu perundungan terjadi. “Kalau kita lihat, kemarin itu mereka bukan berantem saling pukul ya, tapi lebih kepada menganiaya teman seperti itu. Jadi begitu temannya sudah jatuh, sudah tidak berdaya pun, mereka masih terus pukul, itu kan seperti di game ya, kalau di game itu kan sampai dia betul-betul tidak bernyawa gitu ya baru dia berhenti gitu,” jelasnya. 

    Untuk itu, ia pun mendorong semua pihak untuk dapat memberikan perhatian lebih kepada anak-anak. Utamanya ketika anak mulai mengenal teknologi. “Efek-efek seperti ini yang memang harus kita waspadai. Tentu ini menjadi perhatian kita semua, mulai dari orang tua, bapak ibu guru di sekolah, masyarakat semuanya ya. Tentu kita harus benar-benar ini apa yang harus kita lakukan untuk anak-anak kita tercinta,” harapnya. 

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 2026

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 20260

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 20260

    PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun, Negara Diminta Sediakan Anggaran Pendidikannya

    4 Mei 20260

    Rumah Bilik Bambu di Tengah Kota, Sarifah Perjuangkan Bedah Rumah untuk Konstituen

    4 Mei 20260

    Waka DPR Apresiasi Sanimas, Bantu Akses Sanitasi Masyarakat

    4 Mei 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?