Komisi I DPR RI mendorong penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Portugal melalui peningkatan kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi, pelayaran, pendidikan, serta hubungan antarparlemen. Penguatan hubungan tersebut dinilai penting untuk memperluas ruang kerja sama sekaligus mempererat hubungan kedua negara.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin, usai menerima Kunjungan Kehormatan (Courtesy Call) Duta Besar Portugal, H.E. Maria Gabriela Vieira Soares de Albergaria, di Ruang Delegasi, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Nurul mengatakan, pertemuan tersebut membahas sejumlah peluang kerja sama Indonesia dan Portugal, termasuk aspek ekonomi serta konteks sejarah hubungan kedua negara. Kedekatan dengan Indonesia juga tercermin dari latar belakang Duta Besar Portugal yang lahir di Dili.

“Barusan kita berbicara tentang hubungan kedua negara, kemudian juga tentang hubungan bilateral dan ekonomi, apa yang bisa dikerjasamakan, dan juga tentang konteks sejarah masa lalu,”ujar Nurul.

Selain kerja sama bilateral, Nurul menilai hubungan antarparlemen dapat menjadi salah satu jalur strategis untuk memperdalam hubungan Indonesia dan Portugal. Menurutnya, komunikasi antarlembaga legislatif kedua negara dapat membuka ruang dialog politik sekaligus memperkuat kerja sama yang telah terjalin.

“Di hubungan inter-parliamentary tersebut bisa juga ada kerja sama kedua negara, supaya bisa lebih diperdalam dan ada dialog-dialog politik di sana,”katanya.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan juga mencakup sektor pelayaran, khususnya keberadaan Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia di Portugal. Di bidang pendidikan, turut dibahas keberadaan pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Portugal, antara lain pada bidang engineering dan hukum.

Nurul berharap pertemuan tersebut dapat menjadi momentum untuk semakin mendekatkan hubungan Indonesia dan Portugal. Ia mengakui jarak geografis kedua negara menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan intensitas hubungan bilateral, mengingat perjalanan antara Indonesia dan Portugal membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Meski demikian, ia menilai faktor geografis tidak seharusnya menjadi penghalang untuk memperluas kerja sama. Menurutnya, Indonesia perlu terus membangun hubungan persahabatan dengan berbagai negara sebagai bagian dari penguatan posisi Indonesia dalam pergaulan global.

“Yang penting di skala globalnya itu kita kan berteman dengan banyak negara,” pungkas Politisi Fraksi Partai Golkar itu. 

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version